Lari Ekstrim Ratusan Juta Rupiah Menanti

run
JOGJA – Olahraga lari kini sudah menjadi gaya hidup sehat. Berbagai variasi lomba lari pun dilakukan. Seperti Trail Run 2018 yang akan digelar 11 November mendatang. Unik. Lintasan yang digunakan, area bekas tambang semen yang sudah direklamasi. Milik Semen Indonesia di Gresik, Jawa Timur.

“Yang membedakan, lintasan lari bukan di jalan mulus tapi di jalan berbukit yang naik turun,” kata Ketua Panitia Trail Run 2018, Gemilang Andriyanti Roberto, kepada komunitas pelari di Jogjakarta, Minggu (23/9), saat sosialisasi gelaran lomba tersebut.

Trail run belum begitu populer di Indonesia, memang. Tapi lomba tersebut ternyata banyak mengundang partisipasi pelari. Pada gelaran yang sama 2016 silam, peserta mencapai 1.500 orang. Untuk tahun ini peserta dibatasi 2.000 orang.

Berbeda dari lari di jalan, trail run dilakukan di daerah pegunungan. “Kali ini di bekas pertambangan. Pelari melintasi jalanan naik turun. Kadang biasa, kadang ekstrim. Bahkan lintasan berbatu dan berkerikil. Tapi, kadang juga berumput,” tutur Gemilang kemudian.

Ada dua kategori lomba Trail Run 2018. Kategori terbuka sejauh 21 kilometer diperuntukkan bagi pelari nasional dan internasional. Serta, kategori tertutup dengan jarak tempuh sejauh 10 kilometer hanya untuk pelari nasional.

Kepala Biro Hubungan Media PT Semen Indonesia, Sigit Wahono menyatakan, berbeda dengan gelaran pada umumnya, Trail Run 2018 akan dilangsungkan di kawasan Pabrik Semen Indonesia, di Gresik, Jawa Timur. Para peserta pun dihadapkan dengan medan yang lebih berat, sekaligus menantang.

“Karena itu kita namakan Trail Run. Medan yang dilalui tidak hanya jalanan aspal. Para peserta akan berlari melewati area bekas tambang yang sehari-harinya tak bisa dilewati sembarang orang,” jelas Sigit.

Area untuk lomba lari itu merupakan kawasan tertutup. Namun, khusus untuk gelaran tersebut, pihak pabrik sengaja mengkondisikan supaya area pabrik dan bekas tambang bisa dilalui para peserta secara aman.

“Ada spot-spot menarik, karena letaknya di dataran tinggi Gresik. Hanya saja, area itu memang sudah menjadi kawasan hijau karena sudah direklamasi. Jadi tidak terlalu terasa kalau di situ bekas tambang,” tutur Sigit lebih jauh.

Kendati begitu, pihak pabrik tetap menjaga keselamatan dan kesehatan seluruh peserta. Tersedia tenaga medis dan water station di beberapa titik. “Para peserta tidak perlu memaksakan diri jika memang sudah kehabisan tenaga saat lari. Orang yang kuat dan bisa lari cepat belum tentu di sini bisa karena medan lintasannya berat,” tandas Sigit.

Mengusung semangat Challenge Your Limit, Build The Spirit, para pelari akan disuguhi rute menantang. Pelari akan menikmati keseruan berlari melintasi area produksi pabrik semen, serta perbukitan dalam area pasca tambang. Total hadiah Rp 135 juta. Tertarik, informasi ada di website www.semenindonesiarun.com. (ull)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan