LazisMu DIY Siap Berangkat Ke Palu

Beasiswa: LazisMu DIY membagikan beasiswa tidak mampu bagi 100 orang siswa di 10 sekolah Muhammadiyah di DIY, di kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY, Minggu (30/9).

Beasiswa: LazisMu DIY membagikan beasiswa tidak mampu bagi 100 orang siswa di 10 sekolah Muhammadiyah di DIY, di kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY, Minggu (30/9).

JOGJA – Belum lagi pemulihan bencana Lombok selesai, gempa bumi bahkan tsunami melanda Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Kendati begitu tak menyurutkan relawan LazisMu (Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah) DIY untuk kembali berangkat membantu masyarakat korban bencana di Palu dan Donggala tersebut.

“Kapan harus berangkat, serta akan mengerjakan apa saja, masih menunggu koordinasi dari LazisMu Pusat,” ungkap Ketua Badan Pengurus LazisMu DIY, Cahyono SAg, di kantor PWM (Pimpinan Wilayah Muhammadiyah) DIY, Jalan Gedongkuning, Jogjakarta, Minggu (30/9).

Kendati masih harus menunggu koordinasi LazisMu Pusat, namun Cahyono memperkirakan, tugas LazisMu DIY tak akan jauh berbeda dengan tugas yang diberikan saat membantu masyarakat Lombok. “Selain membangun hunian sementara, kami juga mendapat tugas mengirim relawan guna menangani masalah psikososial warga korban bencana,” tuturnya.

Selain membangun huntara (hunian sementara) dan menangani masalah psikososial, LazIsMu DIY saat di Lombok juga mendapat tugas membangun sekolah taman kanak-kanak, dan klinik kesehatan. “DIY memang memiliki banyak generasi muda yang mempunyai keahlian di bidang psikologi maupun medis, sehingga besar kemungkinan jika nanti diberangkatkan ke Palu tugasnya tak akan jauh berbeda dengan yang di Lombok,” papar Cahyono.

Mencermati kerusakan di Palu dan Donggala yang tampaknya lebih parah dengan yang di Lombok, Cahyono memperkirakan, tugas pembangunan ke arah fisik harus dilakukan secara lebih masif. Dukungan dana pun perlu lebih dipersiapkan. “Untuk itu, kami akan mulai bergerak menghimpun donasi Senin besok,” katanya kemudian.

Pada kesempatan itu, LazisMu DIY juga menggelar penyaluran dana yang diperoleh dari donasi selama satu semester belakangan. Sesuai komitmen membangun ekonomi umat, LazisMu DIY membagikan 550 paket sembako, beasiswa tidak mampu bagi 10 sekolah Muhammadiyah, dan satu orang beasiswa kader Sang Mentari di UNY.

“Kami juga memberikan modal usaha pada beberapa usaha budidaya atau ternak ayam, dan pedagang mainan anak,” jelas Cahyono seraya mengemukakan, sekaligus melaporkan hasil penggalangan dana Rp 2,5 miliar untuk korban gempa bumi di Lombok. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan