Lebih 65 Persen Lulusan SMA Tak Kuliah

Menristekdikti Mohamad Nasir

Menristekdikti Mohamad Nasir

JOGJA – Data per Oktober 2018 menunjukkan, APK (Angka Partisipasi Kasar) perguruan tinggi sebesar 34,58 persen. Artinya masih ada 65,42 persen lulusan SMA sederajat yang tidak meneruskan studi ke jenjang kuliah.

“Barangkali, anak-anak yang tidak kuliah itu karena mereka langsung bekerja,” ungkap Menristekdikti (Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi) Prof Mohamad Nasir PhD Ak, pada peresmian menandai selesainya pembangunan 12 gedung di UNY (Universitas Negeri Yogyakarta) proyek IsDB (Islamic Development Bank), di kampus setempat, Karangmalang, Jogjakarta, Sabtu (2/2).

Gedung tersebut, meliputi Lab Teknik Sipil dan Struktur, Lab Teknik Mesin dan Otomotif, Lab Teknik Elektronik dan Elektronika, Gedung Pertunjukan, Pusat Pelatihan Bahasa, Lab Ekonomi dan Bisnis Terpadu, Lab MIPA, Lab Ilmu Sosial Terpadu, Lab PAUD dan SD, Gedung Kuliah Umum, Pusat Kesehatan dan Olahraga, serta Lab Olahraga Terpadu.

Melalui fasilitas yang dimiliki, UNY antara lain bisa melakukan e-learning, pembelajaran jarak jauh. “Proses pembelajaran dengan sistem itu sangat penting dan tak bisa dihindari di era sekarang ini. Pun, barangkali bisa mengatasi rendahnya APK kita. Anak-anak di wilayah 3T dan Papua, misalnya bisa melanjutkan studi melalui proses e-learning,” tutur Nasir.

Dari 12 gedung dan sembilan di antaranya gedung laboratorium, itu menurut Nasir, sangat luar biasa. “Tapi lebih penting lagi alat yang ada di dalamnya. Harus alat-alat mutakhir sesuai kebutuhan industri. Sehingga lulusannya pun nantinya juga sesuai kebutuhan industri,” tegasnya.

Agar sesuai kebutuhan industri, melalui e-learning pula, UNY bisa mengembangkan sekolah vokasi atau poiliteknik di daerah kabupaten. Seperti di Gunung Kidul, Bantul, dan sebagainya. “Biarlah kampus di sini menjadi pusat pengembangan akademik saja,” tutur Nasir kemudian.

Dibacakan Wagub Paku Alam X, Gubernur DIY Hamengku Buwono X menyatakan, pembangunan gedung-gedung tersebut sangat tepat untuk menunjang komitmen UNY memberikan layanan terbaik kepada masyarakat, utamanya terhadap pendidikan sebagai pondasi untuk mencerdaskan bangsa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, yang merupakan fokus dari UNY.

Rektor UNY, Prof Dr Sutrisna Wibawa MPd menyatakan rasa syukurnya karena pembangunan gedung selesai sesuai target dengan luasan pembangunan lebih dari 32,4 ribu m2 dan menghabiskan dana lebih dari Rp 279,5 miliar serta pengadaan peralatan Rp 33 miliar.

“Keberadaan gedung-gedung tersebut kami harapkan mampu meningkatkan kualitas proses pembelajaran, sekaligus mempercepat UNY menjadi universitas pendidikan yang unggul,” katanya seraya mengemukakan, saat ini UNY berada di peringkat ke-11 untuk tingkat nasional dan masuk top 500 di tingkat Asia. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan