Lima mahasiswi UGM Galakkan Program Kartini

JOGJA (jurnaljogja) – Lima mahasiswi UGM Jogjakarta mencoba meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemenuhan asupan gizi di masa keemasan anak. Mereka memberdayakan kader posyandu dalam pelaksanaan program penyebarluasan informasi, terkait pentingnya pemenuhan nutrisi seimbang selama 1000 hari pertama kehidupan anak.
    Eria Riski Artanti dari Ilmu Keperawatan UGM menyebutkan, ada sekitar 30  kader posyandu yang terlibat dalam kegiatan ini. Di antaranya dari Dusun Toragan, Dusun Gansekan dan Dusun Kalongan, Desa Tlogodadi, Kecamatan Mlati, Sleman.
     Eria menilai pentingnya pemenuhan gizi pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK) anak. Pasalnya 1000 hari pertama kehidupan anak merupakan periode emas pertumbuhan dan perkembangan anak.  Kegagalan pemenuhan asupan gizi sejak bayi dalam kandungan hingga usia 2 tahun, disebutnya bisa mempengaruhi kecerdasan dan kesehatan anak di masa berikutnya. Selain itu juga rentan terhadap berbagai penyakit.
    “Sayangnya, saat ini kesadaran akan pentingnya asupan gizi yang terukupi pada 1000 hari pertama kehidupan di masyarakat, khususnya ibu dan calon ibu masih kurang. Tidak sedikit terjadi kasus-kasus kekurangan gizi di Indonesia justru terjadi di periode ini,” katanya di Kampus UGM, Jumat (22/4).
     Ia mengatakan,  upaya yang dilakukannya bersama keempat temannya itu terinspirasi dari sosok RA Kartini, yang memperjuangkan kesetaraan kaum wanita. Menurutnya, kaum wanita pada masanya mengalami keterpurukan akibat rendahnya pendidikan mereka. “Kartini pun meninggal di usia yang masih sangat muda karena mengalami perdarahan saat kehamilannya,” tuturnya.
     Kondisi Kartini kala itu, kata Eria,  secara tidak langsung menunjukkan rendahnya pengetahuan wanita di masa itu. Khususnya mengenai kesehatan berdampak fatal bagi dirinya sendiri. Berbagai upaya telah Kartini tempuh demi mewujudkan kaum wanita yang terdidik, sehingga kaum wanita memiliki aktualisasi diri yang setara dengan pria. “Kisah Kartini inilah yang menginspirasi kami menjadi penerus Kartini untuk memberdayakan kader posyandu sebagai ujung tombak penentu keberhasilan program 1000 HPK, demi menciptakan generasi sehat Indonesia,” jelasnya.
    Kelima mahasiswi muda ini tergabung dalam Tim PKM Pengabdian Masyarakat “Kader Mahir Gizi Terlatih Indonesia”. Program  KARTINI ini mengusung  tema 1000 HPK, yang merupakan program pemerintah untuk menghasilkan generasi bangsa yang berkualitas. Program 1000 HPK bermaksud untuk menciptakan generasi yang sehat dengan mencukupi kebutuhan gizi pada masa 270 hari kehamilan dan 730 hari setelah bayi lahir.
     Jenis kegiatan yang dilakukan dalam KARTINI ini antara lain melakukan penyuluhan, praktik memasak makanan bayi, simulasi/workshop teknik menyusui dan pengukuran antropometri. Selain itu mengedukasi langsung oleh kader ke masyarakat, melalui cara kunjungan door to door. Menurutnya, masyarakat menyambut positif program-program yang mereka sosialisasikan.  Ini terlihat dari antusiasme peserta saat mengikuti kegiatan. (bam)
CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan