Loko Kereta Api Kini Tampil Jenaka

Komik Si Loko 'the Origin'

Komik Si Loko ‘the Origin’

JOGJA – Dalam satu rangkaian gerbong kereta api, lokomotif merupakan bagian paling penting. Sebagai penarik atau penggerak rangkaian gerbong di belakangnya. PT KAI (Kereta Api Indonesia) pun kini menjadikannya sebagai maskot. Si Loko, sebutannya.

“Setelah mencari-cari dan menimbang-nimbang beberapa gambar, akhirnya ketemulah bentuk Si Loko yang sekarang ini. Seperti yang diilustrasikan di dalam komik, yang tampil dengan karakter ringan dan jenaka,” ungkap Vice President Passenger Marketing PT KAI, Raden Agus Dwinanto Budiaji, pada peluncuran komik Si Loko, di Loko Coffee Shop, Stasiun Tugu Jogjakarta, Rabu (14/11) malam.

Menggandeng salah satu penerbit besar nasional, KAI meluncurkan komik Si Loko sebagai sebuah inovasi media pemasaran dan aktivasi dari maskot resmi tersebut. “Untuk seri pertama ini kami terbitkan Si Loko ‘The Origin’. Semoga bisa mendukung penyampaian pesan pemasaran dan pelayanan KAI,” imbuh Dwinanto.

Melalui gaya bahasa dan penggambaran dalam cerita fiksi yang ringan dan jenaka diharapkan bisa mendekatkan KAI pada target pemasarannya, terutama anak muda rentang usia 18-30 tahun. “Komik yang menceritakan kejadian sehar-hari yang menghibur dan memberikan nilai edukasi itu kami harapkan pula dapat meningkatkan kembali minat baca masyarakat,” tandas Dwinanto.

Penerbitan komik Si Loko direncanakan akan dilakukan secara rutin melalui media cetak maupun digital. Jika edisi perdana mengangkat tema ‘the Origin’, pada seri berikutnya akan dihadirkan tema ‘Traveling by Train’, ‘Adventure by Train’, dan sebagainya.

Bersamaan dengan peluncuran Komik, PT KAI juga menggelar pameran buku di stasiun untuk kali pertama. Selain meningkatkan minat baca masyarakat, pameran dimaksudkan pula untuk mendekatkan buku sebagai sumber bacaan di area stasiun.

Pameran hingga Minggu (18/11), di Stasiun Tugu Jogjakarta, itu digelar pula secara serentak di Stasiun Gambir Jakarta, Stasiun Purwokerto, Stasiun Semarang Tawang, dan Stasiun Surabaya Gubeng. Pengunjung dapat membeli buku-buku berkualitas bergenre anak, pengembangan diri, bisnis, agama, novel, dan tentu komik Si Loko.

Bagi anak-anak dapat pula mengikuti berbagai kegiatan berbeda-beda setiap harinya, antara lain lomba mewarnai, lomba menulis cerita pendek, lomba announcer, pouch painting, dan talkshow anak. “Bagi anak-anak yang tertarik, silakan segera mendaftar karena peserta dibatasi maksimal tiga puluh anak untuk masing-masing acara,” ujar EVP Daop 6 Yogyakarta, Eko Purwanto. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan