Lulusan dan Tulisan Prioritas Universitas Ini

Rektor: Yayasan Sanata Dharma melantik Johanes Eka Priyatma MSc PhD (tiga kanan) sebagai Rektor USD periode 2018-2022, di kampus setempat, Selasa (27/3). Bersama empat wakil rektor, berfoto bersama Ketua Kopertis V DIJ Dr Ir Bambang Supriyadi CES DEA (baju batik).

Rektor: Yayasan Sanata Dharma melantik Johanes Eka Priyatma MSc PhD (tiga kanan) sebagai Rektor USD periode 2018-2022, di kampus setempat, Selasa (27/3). Bersama empat wakil rektor, berfoto bersama Ketua Kopertis V DIJ Dr Ir Bambang Supriyadi CES DEA (baju batik).

JOGJA – Apapun rumusannya, output dan outcome utama sebuah universitas, pasti terkait dengan menghasilkan lulusan yang baik dan menghasilkan tulisan yang baik. Di luar dua kepentingan tersebut haruslah bukan menjadi prioritas. Dua hal itu pula yang telah menjadi kerangka besar dalam pengembangan berbagai program dan kegiatan di USD (Universitas Sanata Dharma) Jogjakarta.

“Banyak kegiatan yang tidak bermuara langsung kepada dua hal besar itu, memang. Tapi kami merumuskan hampir semua kegiatan demi semakin berdayanya USD dalam mencapai dua hal utama tersebut,” ujar Johanes Eka Priyatma MSc PhD, di kampus setempat, Selasa (27/3), pada pelantikannya sebagai rektor USD untuk periode kedua 2018-2022.

Dilantik pula empat wakil rektor. Berturut-turut wakil rektor 1 – 4, Rohandi PhD, Drs Aufridus Atmadi MSi, FX Ouda Teda Ena MPd EdD, dan Paulus Bambang Irawan SJ SS MHum STD.

Menggambarkan berbagai keberhasilan empat tahun pertama kepemimpinannya, Eka pun mengorientasikan USD empat tahun ke depan menjadi universitas yang dapat berkontribusi pada tingkat internasional melalui lulusan yang berwawasan global, pengembangan ilmu yang multidisiplin, serta kerjasama internasional yang semakin kuat dan meluas.

Sebagai perguruan tinggi Yesuit, USD sepenuhnya menyadari untuk tetap menjalankan tugas apostoliknya dengan terlibat penuh dalam pergulatan meningkatkan martabat manusia dan kehidupan masyarakat yang menghadapi tantangan peradaban yang semakin kompleks, dicirikan dengan VUCA – Volatile, Uncertain, Complex, Ambiguous.

Untuk itu USD harus juga mengarahkan kegiatan tridharmanya untuk mengatasi persoalan kemanusiaan dan kehidupan yang terjadi, di tingkat nasional maupun regional, yakni ketidakadilan, kemiskinan, radikalisme, intoleransi, dan kerusakan lingkungan. “Semua itu telah tertuang dalam renstra 2018-2022,” papar Eka kemudian.

Sebagai PTS yang mempunyai berbagai kekhasan keadaan dibandingkan PTN, dalam hal tatakelola, kapasitas kontribusi, serta budaya organisasi, USD memilih strategi untuk mencapai sasaran di atas dengan mempertimbangkan jatidiri dan kekhasan tersebut. “Kata kunci dalam strategi pencapaian sasaran yang digunakan dalam mengelola USD selama empat tahun ke depan adalah kolaborasi, sinergi, dan integrasi,” tandas Eka. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan