Lulusan Harus Siap Hadapi Era Banyak Gangguan

Wisuda: Sebagian wisudawan UNY dengan predikat cum laude, pada upacara wisuda, di GOR UNY, Sabtu (12/5).

Wisuda: Sebagian wisudawan UNY dengan predikat cum laude, pada upacara wisuda, di GOR UNY, Sabtu (12/5).

JOGJA – Wisudawan sebagai lulusan pendidikan tinggi, harus selalu mengembangkan ilmu pengetahuan dan siap menghadapi tantangan besar yang terjadi di era Revolusi Industri saat ini. Juga harus tetap memperhatikan pentingnya penguasaan teknologi, teknologi digital, serta bahasa asing. Wisudawan harus memiliki pola pikir terbuka terhadap perubahan. Pola pikir yang adaptif, yang sering disebut dengan growth mindset yang memandang pencapaian sebagai hasil usaha dan hasil belajar, bukan semata-mata karena adanya bakat dan takdir.

“Manusia dengan growth mindset memandang dirinya dapat mencapai apa pun sepanjang dia mau berusaha dan belajar. Sikap semacam itu akan dapat menumbuhkan kemampuan beradaptasi dengan perubahan dan mampu belajar dan mencapai apa pun yang dikehendaki,” ujar Rektor UNY (Universitas Negeri Yogyakarta) Prof Dr Sutrisna Wibawa, pada upacara wisuda Doktor, Magister, Sarjana, dan Diploma, di GOR UNY, Sabtu (12/5).

Lebih lanjut rektor menegaskan, lulusan jangan berpegang pada fixed-mindset yang biasanya sudah dalam zona nyaman. “Nanti akan sulit untuk beradaptasi terhadap perubahan, karena sudah membuat batasan-batasan personal terkait dengan apa yang mereka dapat lakukan, dan apa yang tidak dapat dilakukan,” tutur Sutrisna.

Sebagai bagian lulusan perguruan tinggi, lulusan UNY harus siap menghadapi era banyak ‘gangguan’ yang diakibatkan oleh perubahan yang makin sering terjadi dan harus disikapi dengan bijaksana agar mampu menanggapi tantangan zaman. “Saudara tidak boleh terperangkap dengan cara pandang zaman old. Oleh karenanya, wisudawan harus bergerak cepat untuk melakukan berbagai inovasi,” pesan Sutrisna kepada wisudawan.

Pada kesempatan itu UNY mewisuda sebanyak 1.002 orang dengan rincian, program Doktor (S3) 9 orang, Magister Pendidikan (S2) 103 orang, Sarjana (S1) 822 orang, dan Diploma 68 orang. Wisudawan yang meraih predikat cum laude atau dengan pujian sebanyak 419 orang atau 41,82 persen, masing-masing S3 ada 2 orang, S2 ada 12 orang, S1 ada 382 orang, dan D3 ada 23 orang.

Mahasiswa Bidikmisi meluluskan 190 orang, dengan IP tertinggi 3,87 dan IP terendah 2,87, dan rerata IP 3,56. Mahasiswan Bidikmisi berpredikat cumlaude atau dengan pujian sebanyak 124 orang atau 65,26 persen, sangat memuaskan 64 atau 33,69 persen, dan memuaskan 2 orang atau 1,05 persen.

Wisudawan peraih IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) tertinggi Dr Yunita Arian Sani Anwar IPK 3,96 program studi Ilmu Pendidikan S3, Eka Ad’hiya MPd IPK 3,99 Pendidikan Kimia S2, Ratna Ainun Fauzani SPd IPK 3,92 Pendidikan Guru Sekolah Dasar S1, dan Agatha Ratu Maheswara Dewayana AMd T IPK 3,87 program studi Tata Rias dan Kecantikan D3.

Lulusan tercepat Dr Al Kusaeri IPK 3,84 program studi Ilmu Pendidikan S3 selama 2 tahun 10 bulan, Merdu Raras MPd IPK 3,92 program studi Pendidikan Fisika S2 masa studi 1 tahun 7 bulan, Muhammad Fauzi SSos program studi Ilmu Administrasi Negara S1 IPK 3,77 masa studi 3 tahun 6 bulan, dan Yamin Ismail AMd T IPK 3,56 program studi Teknik Mesin D3 masa studi 2 tahun7 bulan.

Predikat lulusan termuda Dr Yunita Arian Sani Anwar IPK 3,96 program studi Ilmu Pendidikan S3 usia 36 tahun 1 bulan, Andina Nurul Wahidah MPd IPK 3,85 program studi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan S2 berumur 23 tahun 7 bulan, Dwi Utami SPd IPK 3,60 Pendidikan Guru Sekolah Dasar S1 berumur 20 tahun 5 bulan, dan Teresa Valentina AMd T IPK 3,78 Teknik Sipil D3 berumur 20 tahun 1 bulan. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan