Lulusan STM Ini Hasilkan Produk Standard Dunia

Pengering: Ashari menunjukkan mesin pengering kapasitas 40 kilogram yang paling diminati konsumen.

Pengering: Ashari menunjukkan mesin pengering kapasitas 40 kilogram yang paling diminati konsumen.

BANTUL – Berbekal pengalaman belasan tahun dalam bidang rekayasa teknik disertai mimpi dan tekad kuat untuk berwiraswasta dan memiliki bengkel sendiri, Ashari (50) dengan dukungan isteri dan kedua adik iparnya memantapkan niat dan memulai usahanya di belakang rumah, di dusun Padangan, Sitimulyo, Piyungan, Bantul, DIJ, pada Januari 2008.

Bengkel dengan bendera UD Hari Mukti Teknik itu pada awalnya hanya melayani produk las dan reparasi mesin cuci. Melihat hasil kerja yang sangat memuaskan, permintaan konsumen pun mulai bervariasi. Hal itu memaksa Ashari memeras otak dan terus berinovasi. Dengan latar belakang pendidikan teknik mesin di STM dan pengalaman dalam bidang rekayasa teknik, semua itu bukan menjadi masalah besar baginya. Justru menjadi tantangan tersendiri yang harus dipecahkan.

Bengkel yang ia rintis benar-benar mulai dari nol itu tak lagi hanya melayani produk las dan reparasi mesin cuci. Ashari mulai memproduksi berbagai mesin industri seperti oven jamu, oven listrik, mesin pengering padi, mesin pengering pakaian, dan lain-lain. Seiring berjalannya waktu, ia kemudian fokus pada produk-produk yang berkaitan dengan laundry. “Produk pertama yang kami hasilkan, mesin pengering laundry kapasitas besar, yang biasa dipergunakan di hotel maupun rumah sakit,” tuturnya.

Menggunakan merek KANABA, Karya Anak Bantul, Ashari dibantu 50 orang karyawannya kini telah mampu memproduksi Washer Extractor (mesin pencuci dan pemeras), Washer Capsule (mesin pencuci tanpa pemeras), Extractor (mesin pemeras tanpa pencuci), Dryer (mesin pengering), Roll Ironer (mesin setrika roll), Vacuum Table (meja setrika), serta Carpet Spinner (mesin cuci karpet).

Untuk berbagai mesin cuci maupun pengering, itu Ashari sengaja memproduksi untuk kapasitas besar. Mulai dari kapasitas 16 kilogram hingga 50 kilogram. Tapi, ia pun akan menyanggupi untuk memproduksi kapasitas berapa pun tergantung permintaan. “Yang paling penting, kualitas kami jamin. Selain standard nasional, kami pun menerapkan standar Eropa dan Amerika Serikat. Garansi servis maupun garansi produk juga menjadi andalan kami,” papar Ashari kemudian.

Kepada beberapa wartawan yang menyambangi bengkelnya, Ashari pun mengemukakan, saat ini usahanya telah mengantongi Sertifikasi SNI (Standard Nasional Indonesia). “Di bawah bimbingan Badan Standarisasi Nasional dan diuji oleh Balai Besar Bahan dan Barang Teknik yang berpusat di Bandung, kami telah memperoleh Sertifikasi SNI-ISO 9001: 2015,” ujarnya bangga.

Produk dengan merek KANABA kini telah tersebar di berbagai hotel dan rumah sakit di Jogjakarta, Jakarta, Jawa Barat, Surabaya, Semarang, Solo, Bali, Medan, Padang, Kalimantan, Sulawesi, bahkan Timor Leste. Selain berstandar dunia, semua produknya menggunakan stainless steel 304, bahan anti karat selamanya. Karenanya, Ashari berani memberikan garansi, semua produknya bisa bertahan hingga 25 tahun. “Pengoperasian produk kami juga sangat mudah karena semua masih bersifat analog. Ini juga merupakan salah satu keunggulan kami,” katanya lebih jauh. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan