Lulusan UPNVY Perlu Pahami Permasalahan Bangsa

wisuda upn
SLEMAN – Lulusan perguruan tinggi perlu ikut membangun bangsa serta menyelesaikan masalah dan tantangan di tingkat nasional maupun global sesuai bidang keilmuan masing-masing. Harus pula memiliki kepekaan sosial untuk memahami permasalahan bangsa.

“Jangan hanya bekerja dan berorientasi ekonomi. Harus berkontribusi untuk masyakarat sehingga kalian akan menjadi pionir pembangunan seperti yang diharapkan para pendiri kampus ini,” pesan Rektor UPNVY (UPN ‘Veteran’ Yogyakarta), Prof Sari Bahagiarti K, kepada segenap wisudawan, pada upacara wisuda program Diploma 3, Sarjana, dan Magister periode tahun akademik 2018/2019, di Auditorium WR Supratman, kampus setempat, Sabtu (13/10).

Sari pun menyampaikan komitmen UPNVY untuk menghasilkan lulusan yang kreatif dan inovatif dilandasi nilai-nilai disiplin, kejuangan, dan kreatifitas yang dapat bersaing di era Revolusi Industri 4.0. “Revolusi Industri 4.0 era yang penuh perubahan. Teknologi informasi pun menjadi lekat dalam kehidupan kita sehari-hari,” katanya.

Guru Besar Fakultas Teknologi Mineral itu juga menyampaikan, Revolusi Industri 4.0 dikenal pula sebagai era disrupsi. Situasi di mana pergerakan dunia industri atau persaingan kerja tidak lagi linear. Perubahannya sangat cepat, fundamental dengan mengacak-acak pola tatanan lama untuk menciptakan tatanan baru.

“Kita menjadi saksi bagaimana blackberry terlibas oleh ketangguhan android. Era ini menuntut kita untuk berbenah dan berubah. Pilihannya, berubah atau punah,” tutur Sari.

Era tersebut harus disikapi tak hanya oleh wisudawan namun seluruh sivitas akademika. Terlebih, usia UPNVY yang telah menginjak empat tahun pada 6 Oktober 2018 lalu harus diiringi dengan peningkatan kualitas di bidang akademik, penelitian, kemahasiswaan, dan kelembagaan.

“Jangan menoleh ke belakang. Kita harus melihat ke depan. Bersaing dengan perguruan tinggi lainnya. Segera kejar ketertinggalan kita,” tandas Sari.

Ia pun menyampaikan, agar para wisudawan menguasai teknologi informasi dan mampu berkomunikasi dengan baik. “Berpikirlah out of the box, lakukan inovasi, niteni, nirokke, dan nambahke. Jangan lamban, bergeraklah dengan cepat,” pesan Sari.

Jumlah wisudawan pada periode itu sebanyak 924 orang, dengan 246 orang di antaranya meraih predikat cumlaude. Dari 34 lulusan Magister, sebanyak 16 wisudawan meraih predikat cumlaude.

Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi pada program Sarjana dan Diploma diraih Timotius Sascarino Ekadipta dari program Sarjana Prodi Teknik Geologi, Fakultas Teknologi Mineral; dan Siti Nuria Wahyuningsih dari Prodi D3 Teknik Kimia, Fakultas Teknik Industri. Keduanya meriah IPK 3,93. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan