Mahasiswa 28 Negara Kuliah di UNY

 IMG_20170914_185209
Rektor UNY Sutrisna Wibawa (mengenakan jas) bersama mahasiswa asing tahun akademik 2017/18.
JOGJA – Sebanyak 95 orang mahasiswa internasional asal 28 negara menempuh kuliah di UNY (Universitas Negeri Yogyakarta) pada tahun akademik 2017/18 ini. Masing-masing 75 orang asal Asia, delapan orang Afrika, sembilan orang Eropa, dan tiga orang asal Amerika Latin.
“Sejumlah mahasiswa itu berasal dari program beasiswa Darmasiswa, beasiswa Kemitraan Negara Berkembang, swadana, dan program transfer kredit,” ujar Kepala KUIK (Kantor Urusan Internasional dan Kemitraan) UNY, Satoto, pada acara penyambutan mahasiswa internasional itu, di kampus setempat, Rabu (6/9).
UNY juga menerima sembilan orang mahasiswa daru Universiti Pendidikan Sultan Idris, Malaysia, yang akan melakukan PPL Internasional di tiga sekolah mitra UNY selama dua bulan mulai 4 September hingga 28 Oktober 2017.
Satoto pun mengungkapkan, UNY patut bangga karena menjadi universitas yang paling diminati oleh mahasiswa asing penerima berbagai macam beasiswa itu. Lebih dari 100 orang mendaftar, tapi yang diterima hanya 95 orang. “Jumlah pendaftar yang berkeinginan kuliah di UNY merupakan yang tertinggi di antara universitas lain di Indonesia.”
Rektor UNY Prof Dr Sutrisna Wibawa menyatakan, merupakan kebanggaan bagi UNY mendapatkan kepercayaan dari mahasiswa asing. “Selamat datang di kota Yogyakarta. Selamat belajar. Jangan lupa mencicipi nasi kucing,” ujarnya kepada para mahasiswa asing itu.
Bagi para mahasiswa tersebut, lanjut Sutrisna, UNY juga menyediakan beasiswa S2 dan S3 bagi yang ingin menempuh studi lanjut. Untuk S2, UNY menyediakan 30 tempat. Sedangkan S3 enam tempat. “Silakan anda semua memanfaatkan,” katanya.
Mewakili rekan-rekannya, Raniah Husein asal Mesir menyatakan, ini kesempatan untuk saling bertukar pengalaman maupun belajar budaya masing-masing negara. “Jangan pernah patah semangat. Harus kerja keras. Berlatih Bahasa Indonesia merupakan hal yang sangat menantang,” ujarnya sembari mengaku, sudah setahun belakangan ini belajar Bahasa Indonesia. (rul)

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan