Mahasiswa Harus Bicara Masa Depan

Mahasiswa Baru: Sebagian dari 4.378 mahasiswa baru UAD yang mengikuti pembukaan Program Pengenalan Kampus, di GOR Amongrogo, Jogjakarta, Senin (27/8).

Mahasiswa Baru: Sebagian dari 4.378 mahasiswa baru UAD yang mengikuti pembukaan Program Pengenalan Kampus, di GOR Amongrogo, Jogjakarta, Senin (27/8).

JOGJA – Ciri khas mahasiswa atau pemuda yang sukses adalah yang mampu menatap masa depan. Bukan yang selalu membicarakan masa lampau. Selain itu harus mampu membangun jaringan yang luas. Dan mempergunakan medsos (media sosial) secara positif. Dalam arti untuk menunjang pengembangan diri sesuai keilmuan yang dipelajari.

“Tidak ada yang kebetulan di kehidupan ini. Jika ingin sukses, semua harus direncanakan sejak dini. Sejak sekarang,” pesan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, di hadapan ribuan maba (mahasiswa baru) UAD (Universitas Ahmad Dahlan) Jogjakarta yang mengikuti acara pembukaan P2K (Program Pengenalan Kampus), di GOR Amongrogo, Jogjakarta, Senin (27/8).

Bukan suatu kebetulan jika UAD mengundang Anies sebagai narasumber untuk membekali lebih dari empat ribu mahasiswa baru, atau tepatnya 4378 maba yang mengikuti P2K. Bagi UAD, Anies bukanlah orang luar. Boleh dikata sosok yang pernah mengenyam ilmu di FE UGM itu termasuk keluarga besar UAD. Ibunda Anies, Aliyah AR Baswedan merupakan salah seorang dosen pascasarjana UAD.

Kepada para mahasiswa baru, Anies juga meminta agar masing-masing membuat curriculum vitae, membuat riwayat hidup dalam dua halaman kertas. Tapi bukan riwayat hidup biasa. “Jika sekarang tahun 2018, maka cobalah membuat daftar riwayat hidup anda pada 2028 kelak. Kira-kira akan diisi seperti apa. Ini untuk melatih agar semuanya harus dicapai melalui perencanaan. Bukan kebetulan,” katanya.

Ia pun berpesan agar para mahasiswa baru UAD menjadi mahasiswa yang aktif. “Jika kalian seorang mahasiswa dan memiliki waktu luang yang banyak, maka itu tanda-tanda kehancuran kehidupan anda. Mahasiswa harus sibuk. Tak punya waku luang. Belajar jangan hanya di dalam kelas saja. Harus pula menyerap ilmu dari luar kelas. Mahasiswa baru UAD ini berasal dari berbagai daerah. Manfaatkan itu untuk membangun jaringan,” papar Anies kemudian.

Mahasiswa saat ini, imbuh Anies, pun tak akan lepas dari medsos. Tapi, gunakan medsos secara positif. “Jadikan medsos sebagai alat penghubung. Jadikan medsos sebagai jembatan masa depan. Jangan hanya bermain medsos untuk menghimpun kawan-kawan lama. Itu namanya anda berkutat dengan masa lalu. Mahasiswa harus bicara masa depan,” tegasnya.

Kuliah boleh saja di Jogja, tapi jaringan harus mendunia. “Begitulah semestinya ciri mahasiswa sekarang ini. Belajarlah juga di luar kelas. Manfaatkan secara optimal masa-masa kuliah saat ini yang saya yakin masa-masa itu tak akan bisa dikembalikan lagi kelak. Jadilah mahasiswa yang berakhlak, memiliki kompetensi, dan berpikir masa depan,” pesan Anies lebih jauh. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan