Mahasiswa Harus Pahami Permasalahan Bangsa

IMG_20170903_183934
JOGJA – Mahasiswa agar tidak saja berpengetahuan dan mempunyai keterampilan yang akan membuat mereka menguasai ipteks, tapi juga harus memahami permasalahan bangsa dan menjaga nilai-nilai ideologi Pancasila, nilai-nilai kebangsaan, bhineka tunggal ika, serta menjaga NKRI.
“Tantangan lain yang sangat penting dan harus dihadapi yang akhir-akhir ini mengemuka adalah tantangan yang berhubungan dengan aspek sosial dan budaya,” ujar Rektor UNY (Universitas Negeri Yogyakarta), Prof Dr Sutrisna Wibawa MPd, di hadapan maba (mahasiswa baru) UNY, di kampus setempat, Selasa (22/8).
Kita, lanjut Sutrisna, masih mempunyai masalah dengan kesenjangan sosial, berkurangnya rasa toleransi, dan melunturnya pemahaman dan pengamalan ideologi Pancasila, Semangat kebangsaan, dan bhineka tunggal ika.
Rektor juga mengharapkan, agar maba mampu memanfaatkan PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru) sebagai sarana mengenal UNY dan menyesuaikan cara belajar di perguruan tinggi. “Tekunlah belajar, miliki jiwa profesional, berkarakter, dan berdaya juang tinggi,” kata Sutrisna.
Wakil Rektor I UNY, Prof Dr Marhana MHum MA mengemukakan, PKKMB kali ini diikuti 5.583 orang mahasiswa D3 dan S1, mahasiswa pascasarjana S2 sebanyak 1.421 orang, dan 170 orang mahasiswa pascasarjana S3.
Untuk kuota mahasiswa Bidikmisi, imbuhnya, berjumlah 1.092 orang. Naik dari tahun 2016 yang berjumlah 1.050 orang. Sedangkan mahasiswa angkatan 2017 yang berusia termuda, Agustina Sekar Sari prodi Pendidikan Bahasa Jerman yang lahir di Bantul 19 Agustus 2001.
Salah seorang mahasiswa baru, Agnes Yesica dari prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi mengaku, sangat senang bisa diterima di UNY. Alumni SMAN 3 Klaten itu berkeinginan mengembangkan bakat dengan mengikuti organisasi kemahasiswaan serta rajin mengikuti kuliah. “Paparan yang disampaikan sangat menarik dan kegiatannya seru,” katanya tentang PKKMB UNY.

Pada pembukaan PKKMB tersebut, hadir pembicara utama Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Fajar Setyawan SIP yang memaparkan makalah Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo serta Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat DIJ, Drs Sulistiyo SHCn MSi, yag menyampaikan pidato Gubernur DIJ Hamengku Buwono X. (rul)

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan