Mahasiswa Singapore Politechnic Pelajari Produksi Jamur di Bantul

IMG_20160920_174854
JOGJA (jurnaljogja.com) – Sebanyak 25 mahasiswa Singapore Politechnic mengikuti program Learning Express (Lex) bersama dengan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” selama dua minggu, 19-30 September mendatang. Mereka antara lain akan belajar tentang produksi jamur, batu bata dan keripik.
     Kegiatan tersebut juga diikuti oleh 16 mahasiswa UMY dan 11 mahasiswa UPN. Masing-masing mahasiswa dari Singapura akan didampingi oleh satu buddy (pendamping) dari mahasiswa UMY atau UPN, untuk membantu mereka selama kegiatan bersama masyarakat.
   Kepala Kantor Urusan Internasional UMY, Ir Tony K. Hariadi, M.Eng, menjelaskan, para mahasiswa asal Singapura akan merasakan pengalaman baru yang tidak pernah mereka rasakan sebelumnya. Lokasi dan kegiatannya akan sangat berbeda dengan di Singapura. “Mahasiswa akan tinggal selama dua minggu di daerah yang lokasinya jauh dari kota,” katanya dalam pembukaan program Learning Express, Senin (19/9).
     Peserta ditempatkan di dua dusun berbeda, yakni Dusun Ngaran, Pandak, dan di Dusun Gonjeng, Kasihan, Bantul. Selama berlangsungnya program, mahasiswa akan mempelajari tentang produksi jamur, batu bata dan keripik, yang merupakan sentra industri dari kedua dusun itu.
     Mereka juga akan meneliti tentang masalah yang dihadapai masyarakat dusun, selama proses produksi ketiga produk yang sudah disebutkan. Dari analisa permasalahan, baik mahasiswa Singapura, UMY maupun UPN akan dilakukan diskusi untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di dua dusun itu. Hasil diskusi dalam bentuk project kemudian akan dipresentasikan dalam bentuk pameran KKN Internasional pada 29 September mendatang. (bam)

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan