Mahasiswa UII Susun Aplikasi Percepat Rekayasa DNA

Cahyo Dwi Raharjo dan Izzati Muhimmah

Cahyo Dwi Raharjo dan Izzati Muhimmah

JOGJA – Rekayasa DNA dalam dunia biologi molekuler selama ini hanya bisa dilakukan selangkah demi selangkah. Melakukan serangkaian penelitian, mahasiswa magister Teknik Informatika FTI UII (Fakultas Teknologi Industri – Universitas Islam Indonesia) Jogjakarta berhasil menyusun aplikasi hingga mampu mempercepat rekayasa DNA.

“Melalui aplikasi yang saya kembangkan, proses rekayasa yang sebelumnya memerlukan beberapa langkah bisa dipersingkat hanya menjadi satu langkah. Otomatis, menghemat waktu pula,” ujar mahasiswa magister prodi Teknik Informatika FTI UII, Cahyo Dwi Raharjo, di kampus setempat, Jalan Kaliurang Km 14,5 Jogjakarta, Jumat (28/6).

Dengan konsep MOGA (Multi-Objective Genetic Algorithm) menggunakan strategi Multi-Threading, Cahyo mampu memproses DNA Primer dan DNA Probe dalam satu waktu. “Sebelumnya, proses untuk DNA Primer dan DNA Probe harus terpisah. Satu per satu. Dengan aplikasi tersebut, proses bisa dilakukan bersamaan, sehingga menyingkat waktu yang cukup banyak,” jelasnya.

Sebagai perbandingan, untuk memproses 20 hingga 40 sekuen memerlukan waktu tak kurang dari delapan jam. Menggunakan aplikasi yang dikembangkan, Cahyo mampu memproses 944 sekuen hanya dalam waktu sekitar tiga jam.

Memanfaatkan aplikasi itu pula bisa diperoleh hasil yang optimum sesuai dengan keinginan pengguna. “Pada akademisi, penelitian ini bermanfaat sebagai model pengembangan algoritme genetika dengan multi-objective serta strategi multi-threading untuk melakukan optimasi hasil dan waktu pada kasus desain DNA primer dan DNA probe,” tutur Ketua Prodi Teknik Informatika Program Magister FTI UII, Izzati Muhimmah ST MSc PhD.

Pada peneliti atau ahli biologi molekuler, membantu melakukan analisis molekular pada organisme tertentu dengan memberikan solusi desain DNA primer dan DNA probe yang optimum. “Untuk benih tanaman cabai, misalnya, kita bisa memilih seberapa pedas hasilnya kelak,” contoh Izzati.

Aplikasi ini, lanjut Izzati, bisa diterapkan pada DNA berbagai jenis tanaman maupun hewan untuk memperoleh hasil produk pertanian, perkebunan, maupun hasil peternakan yang optimal. “Saat ini FTI UII sedang berupaya untuk mematenkan aplikasi hasil penelitian salah seorang mahasiswa kami ini. Nantinya, terbuka bagi perusahaan pembudidayaan tanaman maupun hewan manapun untuk bekerjasama,” tandasnya. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan