Maju DPD, GKR Hemas Kena ‘Tulah’ Ucapannya Sendiri

Tumpeng: GKR Hemas didampingi tim pemenangannya memotong 'tumpeng wiwitan', di Kraton Kilen, Kraton Jogjakarta, Sabtu (22/9), menandai dimulainya masa kampanye sebagai caleg DPD mewakili DIY.

Tumpeng: GKR Hemas didampingi tim pemenangannya memotong ‘tumpeng wiwitan’, di Kraton Kilen, Kraton Jogjakarta, Sabtu (22/9), menandai dimulainya masa kampanye sebagai caleg DPD mewakili DIY.

JOGJA – Mendorong kaum perempuan untuk berani berpolitik dan mencalonkan diri lagi, GKR (Gusti Kanjeng Ratu) Hemas akhirnya kena ‘tulah’ ucapannya sendiri. Permaisuri Raja Kraton Jogjakarta itu justru didesak juga untuk ‘bertanggungjawab’ dan maju kembali sebagai calon anggota DPD (Dewan Perwakilan Daerah) 2019-2024 mewakili DIY.

“Pada Pemilu 2019 besok, untuk kali keempat saya maju lagi sebagai anggota DPD. Selain termakan ucapan saya sendiri dan permintaan sebagian masyarakat perdesaan, akhirnya saya maju lagi. Tentu, semua itu setelah ada restu, palilah, dari Ngarsa Dalem (Sri Sultan HB X – red.),” ucap GKR Hemas, kepada wartawan, di kediamannya Kraton Kilen, Kraton Jogjakarta, Sabtu (22/9) petang.

Sebenarnya, lanjut Hemas, Ngarsa Dalem sudah mengingatkan untuk memikir ulang maju lagi sebagai calon DPD. “Ingat usiamu sudah tidak muda lagi. Tapi, silakan saja. Yang bisa mengukur kekuatanmu adalah dirimu sendiri,” tuturnya menirukan pesan Sultan, saat meminta restu untuk maju kembali sebagai calon anggota DPD.

Yang juga tak bisa dihindari, menurut Hemas, adalah permintaan masyarakat terutama masyarakat perdesaan. “Setiap kali saya mengunjungi desa-desa, masyarakat selalu menanyakan kapan mereka diminta untuk ‘bergerak’. Meski diutarakan secara tidak langsung, tapi saya merasa kalau masyarakat perdesaan masih meminta saya untuk maju kembali sebagai calon anggota DPD,” paparnya kemudian.

Mengacu pada Pemilu 2014, GKR Hemas ketika itu mampu meraup suara lebih dari satu juta atau sebesar 51,6 persen. Kendati begitu, bukan berarti sosok yang aktif mengetuai kaukus perempuan itu kemudian diam saja. Permaisuri Sri Sultan HB X itu tetap membentuk tim pemenangan. Ditandai dengan penyematan pin serta pemotongan nasi tumpeng ‘wiwitan’ menandai dimulainya masa kampanye pada Minggu (23/9) ini.

“Untuk target perolehan suara, saya tidak mau sebutkan. Kalau bisa ya sama dengan pemilu sebelumnya. Syukur bisa melebihi. Yang jelas, saya meyakini dukungan masyarakat masih cukup baik,” ujar Hemas menjawab pertanyaan wartawan seraya mengemukakan, tetap akan menyambangi daerah-daerah pinggiran maupun wilayah yang pada pemilu sebelumnya belum memberikan dukungan kepadanya.

Sebagai salah satu misi ke depan, bersama komponen masyarakat, Hemas berjanji akan mewujudkan ‘Generasi Istimewa untuk Indonesia’ untuk kemajuan negara dan bangsa ke depan. “Generasi istimewa saya maksudkan sebagai generasi yang mampu berpikir, berkreasi, dan berinovasi global tapi tetap berkarakter lokal, dengan jatidiri bangsanya sendiri,” papar satu-satunya caleg DPD perempuan untuk wakil DIY itu.

Kepada masyarakat Jogja, tak lupa Hemas juga mengingatkan, agar memanfaatkan masa-masa kampanye ini secara baik. “Khususnya konstituen saya, jangan melakukan kampanye-kampanye negatif lewat media sosial apalagi kampanye hitam. Ikutilah aturan yang sudah dibuat penyelenggara pemilu,” tuturnya lebih jauh. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan