Mangunan Kembangkan Wisata Edukasi

Purwo Harsono (Ipung)

Purwo Harsono (Ipung)

BANTUL (jurnaljogja.com) – Desa wisata Kaki Langit di padukuhan Mangunan, Bantul, DIJ telah berkembang pesat sebagai daerah kunjungan wisata sejak dua tahun belakangan ini. Bahkan Barrack Obama, mantan presiden Amerika Serikat, bersama keluarganya pun sempat mampir ke daerah wisata tersebut.

“Kami saat ini sedang mengembangkan wisata edukasi. Bersama dengan paket wisata lainnya, kami ingin desa wisata ini bisa berkembang secara optimal. Meski perlu upaya yang tidak mudah, tetapi kami telah bertekad akan mewujudkannya,” ujar penggagas sekaligus penggerak desa wisata Kaki Langit, Purwo Harsono, saat menerima kunjungan wartawan unit DPRD DIJ, di desa wisata setempat, Jumat (10/11).

Desa wisata Kaki Langit yang terletak di padukuhan Mangunan memiliki luas 180 hektare, termasuk di antaranya 54 hektare hutan rakyat. Penduduknya 410 KK (kepala keluarga) terdiri dari 700 jiwa, terbagi dalam delapan RT.

“Kami saat ini sedang mengembangkan sejumlah paket wisata. Salah satunya wisata edukasi yang kami sebut dengan Langit Cerdas. Kami buat edukasi ‘mulih ndesa’ bagi anak-anak SMA. Mereka menginap satu hari satu malam sambil belajar seputar kehidupan di desa. Sekaligus belajar untuk mengembangkan karakter mereka,” tutur Ipung, sapaan akrab Purwo Harsono.

Paket wisata lainnya, Atap Langit yang mengelola homestay. Ada rumah singgah per kamar dengan tarif Rp 150 – 250 ribu per malam, ada pula kamar komunal yang bisa menampung 30 orang dengan harga Rp 600 ribu per malam.

Ada pula Langit Ilalang dengan paket outbond berupa fun game, jelajah kampung, jelajah alam. Kemudian Langit Hijau, paket seputar pertanian. Langit Terjal, berkaitan dengan otomotif berupa menjelajah area wisata menggunakan jeep.

Tak kalah menarik Budaya Langit berupa atraksi kesenian. “Ada berbagai atraksi kesenian yang bisa kami suguhkan. Antara lain cokekan, wayang pethilan, kalathong (kayu laras kenthongan), maupun atraksi lainnya berkaitan dengan upacara adat seperti upacara wiwitan dan tujuh bulanan untuk orang hamil,” papar Ipung.

Paket lainnya, Karya Langit berupa aneka hasil kerajinan. Berikutnya Rasa Langit yang berkutat di urusan kuliner. “Tentu kami tidak akan berhenti hanya di situ. Kami akan terus kembangkan desa wisata ini sesuai kemampuan sumber daya maupun daya dukung lingkungan,” tekad Ipung.

Wakil Ketua DPRD DIJ, Arief Noor Hartanto, mengaku bangga melihat pengembangan wisata di Mangunan. “Terutama karena semuanya dilakukan oleh komunitas masyarakat setempat. Pasti ada perspektif yang berbeda jika yang mengembangkan mereka yang sudah ada sejak awal,” katanya.

Ia hanya berpesan kepada pengelola agar tidak ‘kemaruk’ menerima wisatawan. “Jangan sampai overload. Terlalu banyak menerima wisatawan tanpa dibarengi kemampuan sumberdaya untuk menerimanya. Jangan sampai wisatawan justru merasa tidak nyaman saat berkunjung. Jangan mengorbankan kualitas. Yakinlah wisatawan akan datang sendiri manakala destinasinya nyaman dan menyenangkan,” tandas Arief. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan