Manusia Harus Memanusiakan Teknologi

Rektor UMY Dr Ir Gunawan Budiyanto MP

Rektor UMY Dr Ir Gunawan Budiyanto MP

JOGJA – Teknologi membawa kemajuan bagi kehidupan masyarakat. Tapi pada saat bersamaan bisa pula mengakibatkan efek yang kurang baik bagi manusia. Karena itulah, manusia sudah semestinya mampu memanusiakan teknologi.

“Melalui berbagai inovasi, manusia harus mampu memanfaatkan teknologi. Jangan manusia yang dikuasai teknologi,” ujar Rektor UMY (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta), Dr Ir Gunawan Budiyanto MP, saat buka puasa bersama awak media, di Hotel Melia Purosani, Jogjakarta, Sabtu (18/5).

Berkaitan dengan teknologi, lanjut Gunawan, Indonesia masih dibilang ketinggalan dibandingkan beberapa negara maju, seperti Jepang. “Jika kita saat ini masih berkutat dengan revolusi industri 4.0, barangkali di Jepang saat ini mereka sudah berpikir tentang teknologi 5.0,” katanya.

Karena itulah Jepang saat ini tak lagi berbicara tentang membuat suatu produk berlandaskan teknologi, tapi sudah menjalani fase teknologi dimanfaatkan guna meningkatkan kehidupan manusia. “Jadi bukan teknologi yang menjajah manusia tapi bagaimana manusia mampu memanfaatkan teknologi seoptimal mungkin dalam kehidupan ini,” tutur Gunawan kemudian.

Ketertinggalan Indonesia dibandingkan negara lain, imbuh Gunawan, bisa dilihat pula dari ketersediaan fasilitas jaringan internet bagi masyarakat secara cuma-cuma. “Untuk menandai ketertinggalan itu mudah saja. Jika kita sampai ke bandara dan kemudian tidak ada jaringan internet, berarti kita sudah sampai di Indonesia,” selorohnya.

Kondisi itu pula, menurut Gunawan, yang sering dikeluhkan rekan-rekannya sesama akademisi yang berasal dari luar negeri. “Mosok kita kalah dengan Myanmar, Vietnam, dan lain-lain. Barangkali, jaringan internet saat ini bisa dijadikan sebagai indokator, suatu negara sudah maju atau belum,” tandasnya.

Kendati begitu, UMY tetap akan menggelar suatu forum pertemuan ilmiah, di kampus setempat, Juli mendatang, tentang inovasi di bidang teknologi. “Tak kurang dari tiga ratus paper dari sebelas disiplin ilmu akan dipresentasikan, dengan peserta berasal dari dua puluh tiga negara,” jelas Gunawan lebih jauh. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan