Masyarakat Malu Adukan Biro Haji Bodong

Haji Expo: Salah satu sudut 'Umrah Haji Wisata Halal Expo 2018, di JCM, Jogjakarta, Rabu (17/10).

Haji Expo: Salah satu sudut ‘Umrah Haji Wisata Halal Expo 2018, di JCM, Jogjakarta, Rabu (17/10).

JOGJA – Sampai sekarang belum ada memang kasus baru terkait penipuan terhadap calon jamaah umrah maupun haji di Jogjakarta. Kementerian Agama di Jogjakarta pun masih sebatas mengamati dan melakukan pembinaan terhadap empat hingga lima biro haji yang perizinannya belum beres.

“Sampai sekarang tidak ada kasus baru. Seringkali masyarakat malu jika telah tertipu sehingga acapkali pula enggan untuk melapor kepada kami,” ungkap Kasie PHU (Penyelenggaraan Haji dan Umrah) Kemenag Kanwil DIY, Tulus Dumadi, usai pembukaan Umrah Haji Wisata Halal Expo 2018, di Jogja City Mall, Jogjakarta, Rabu (17/10).

Agar tidak menjadi korban penipuan, ada Lima Pasti yang harus diketahui calon jamaah haji maupun umrah. Antara lain pastikan biro tersebut telah mengeluarkan nomor pasti sebagai tanda calon jamaah tersebut telah tercatat di Kemenag. “Paling mudah, sekarang ada ketentuan dari Kemenag, pemberangkatan umrah tidak lebih dari enam bulan sejak calon jamaah membayar biayanya. Jika lebih dari itu, calon jamaah patut curiga,” ujar Tulus.

Hal lain, menyangkut biaya umrah. Jika ada biro perjalanan yang menawarkan umrah dengan biaya kurang dari Rp 20 juta maka calon jamaah pun patut curiga. “Untuk mengetahui biro mana yang resmi dan mana yang abal-abal, masyarakat bisa mengetahuinya melalui aplikasi umrahcerdas untuk umrah dan hajipintar untuk ibadah haji,” papar Tulus kemudian.

Untuk DIY sendiri, imbuh Tulus, saat ini tercatat ada 19 PPIU (penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah) yang berkantor pusat di Jogjakarta dan 48 PPIU cabang. Sedangkan untuk PIHK (penyelenggaraan ibadah haji khusus) ada empat yang berkantor pusat di Jogjakarta dan sembilan sebagai kantor cabang. “Di luar itu pasti belum legal,” tandasnya.

Ketua Forhupy (Forum Pengusaha Umrah dan Haji Khusus Yogyakarta) Tanto Sri Hartono mengemukakan, expo tahun ini merupakan penyelenggaraan kali kedua dan akan digelar hingga Minggu (21/10). “Untuk kali ini diikuti oleh duapuluh biro perjalanan haji dan umrah,” katanya.

Melihat animo masyarakat tahun lalu, pada penyelenggaraan tahun ini panitia menargetkan akan mampu menjaring 1.000 paket haji maupun umrah. Jika rata-rata per paket seharga Rp 22 juta, maka target panitia akan mampu meraup transaksi tak kurang dari Rp 22 miliar. “Optimistik karena didukung pula oleh salah sebuah bank dan satu perusahaan asuransi,” tutur Tanto. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan