Media Baru Ubah Segalanya

Media Baru: Dua pembicara utama, Susan Leong (kiri) dan Kuskridho Ambardi, pada hari pertama the 10th IGSCI, di kampus Pascasarjana UGM, Selasa (30/10).

Media Baru: Dua pembicara utama, Susan Leong (kiri) dan Kuskridho Ambardi, pada hari pertama the 10th IGSCI, di kampus Pascasarjana UGM, Selasa (30/10).

JOGJA – Era media cetak yang berkembang sejak beberapa abad silam, pengaruhnya terhadap kehidupan sosial masyarakat saat ini sudah semakin surut. Media baru, termasuk di dalamnya media sosial, telah mengubah segalanya. Efek media baru pun ke mana-mana, ke hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat.

“Bahkan bisa dikatakan, media baru termasuk media sosial, saat ini telah mengubah lanskap sosial masyarakat,” ujar Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama Pascasarjana UGM, Dr Hilda Ismail Apt Msi, saat membuka The 10th IGSCI (International Graduate Students and Scholars’ Conference in Indonesia), di kampus setempat, Selasa (30/10).

Konferensi selama dua hari hingga Rabu (31/10), itu menurut ketua panitia Dr Budiawan MA, diselenggarakan sebagai forum bagi para akademisi dan mahasiswa untuk berdiskusi dan berbagi informasi tentang media baru yang telah membawa berbagai efek dan memengaruhi kehidupan masyarakat.

Bagaimana kehadiran media baru membentuk kembali dunia kontemporer saat ini, cara hidup, bahkan mendorong munculnya inovasi teknologi. “Melalui forum ini para akademisi dari berbagai penjuru dunia dapat berbagi ide dan hasil riset terkait persoalan global,” jelas Budiawan.

Mengambil tema New Media and the Changing Social Lanscape of Contemporary Societies: How are New Media Reshaping the Whole Aspects of Life of Contemporary Societies?, itu konferensi mengupas secara lebih mendalam bagaimana media baru membentuk kembali seluruh aspek kehidupan. Mulai bidang politik, ekonomi, agama, bahasa, budaya, seni, dan lainnya.

Dibagi dalam beberapa kelompok diskusi panel, konferensi menghadirkan empat orang pembicara utama. Pada hari pertama, Selasa (30/10), tampil Dr Kuskridho Ambardi (Fisipol UGM) dan Dr Susan Leong (Monash University, Malaysia). Hari kedua, Rabu (31/10), tampil Associate Professor Daphne Tatiana TC (University of Philippines) dan Dr Thor Kerr (Curtin University, Australia).

Berbagai subtema dalam sejumlah panel, antara lain media baru dan politik, media baru dan pendidikan, media baru dan agama, media baru dan hubungan gender, media baru dan keluarga, media baru dan kebudayaaan, media baru dan ekonomi global, dan lainnya. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan