Membanggakan Prestasi Tapak Suci UAD

Juara: Kontingen Tapak Suci UAD yang berhasil menjadi Juara Umum I pada Airlangga Tapak Suci University Open International Championship bersama Rektor UAD H Kasiyarno (berpeci).

Juara: Kontingen Tapak Suci UAD yang berhasil menjadi Juara Umum I pada Airlangga Tapak Suci University Open International Championship bersama Rektor UAD H Kasiyarno (berpeci).

JOGJA – Tak meremehkan minat bakat mahasiswa, UAD (Universitas Ahmad Dahlan) selalu memberikan apresiasi tinggi bagi UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yang berprestasi. Salah satunya, tim pencak silat Tapak Suci mahasiswa UAD yang baru saja menjadi kampiun pada kejuaraan tingkat internasional di Unair (Universitas Airlangga) Surabaya belum lama ini.

“Kami memang telah mentradisikan untuk berprestasi. Tiada hari tanpa prestasi bagi kegiatan atau minat bakat mahasiswa. Dan prestasi tim pencak silat Tapak Suci ini sangat membanggakan,” ujar Rektor UAD, Dr H Kasiyarno MHum, saat menerima trophy kejuaraan internasional tersebut dari kontingen Tapak Suci UAD, di kampus setempat, Kamis (20/9).

Mewakili rekan-rekannya, Dadang Arif Dwi Saputra mengemukakan, kontingen Tapak Suci UAD yang berkekuatan 22 pesilat didampingi empat orang pelatih berhasil menyabet Juara Umum I pada Airlangga Tapak Suci University Open International Championship. “Sebelumnya kami juga Juara Umum untuk tingkat nasional. Kini internasional,” katanya.

Pada kejuaraan internasional itu, tim Tapak Suci UAD berhasil mengantongi enam medali emas, tujuh perak, dan empat perunggu. “Hasil kali ini merupakan buah dari latihan yang tak kenal lelah dari teman-teman mulai dari pagi, siang, dan malam. Semoga ini juga menjadi motivasi kami untuk menjadi lebih baik lagi ke depannya,” ungkap Dadang kemudian.

Rektor yang didampingi Wakil Rektor III Bidang Pengembangan Kemahasiswaan dan Pemberdayaan Alumni Dr Abdul Fadlil MT dan staf lainnya mengaku, sangat bangga dengan hasil yang diperoleh tim Tapak Suci. “Hasil yang diperoleh seperti yang diharapkan sejak mula. Ini juga merupakan salah satu bukti dari latihan yang spartan sehingga membuahkan hasil maksimal,” kata Kasiyarno.

Tapi, lanjut rektor, hasil atau prestasi kali ini jangan menjadikan tim ini jumawa. “Masa depan prestasi kalian masih jauh. Harus ditingkatkan lagi karena kompetitor juga pasti begitu. Mereka juga akan terus memperbaiki dan meningkatkan kemampuan,” pesan Kasiyarno lebih jauh.

Kepada para mahasiwa yang menjadi anggota kontingen, Kasiyarno pun berpesan, jangan kemudian menyepelekan minat bakat yang ditekuni saat ini. “Siapa tahu nantinya justru minat bakat ini yang menjadikan kalian sukses, selain program studi yang kalian tekuni saat ini,” katanya.

Enam medali emas yang berhasil diraih, masing-masing atas nama Herdiyana Asmoroningtyas dari prodi Sastra Indonesia, M Arfian Hariz (Tafsir Hadits), Dadang Arif Dwi Saputra (Ppkn), Lu’atul Nadlifah (Tafsir Hadits), Javid Novean Noorcha (Teknik Industri), Alfin Mubarroq dan Irfan Syarhul R (Tafsir Hadits). (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan