Mendesak, Kurikulum Berkonten Digital

Diskusi Publik: Sukamta (berdiri) berbicara di hadapan peserta diskusi publik 'Tantangan SDM Menghadapi Disrupsi pada Era Revolusi Digital', di Jogjakarta, Jumat (23/11).

Diskusi Publik: Sukamta (berdiri) berbicara di hadapan peserta diskusi publik ‘Tantangan SDM Menghadapi Disrupsi pada Era Revolusi Digital’, di Jogjakarta, Jumat (23/11).

JOGJA – Teknologi digital terus berkembang pesat. Agar tidak terdisrupsi, pemerintah perlu menyiapkan rencana strategis di sektor pendidikan guna mencetak sumberdaya manusia yang mampu bersaing di era industri 4.0. Sektor pendidikan memegang peran penting.

“Selain menyiapkan pengembangan kurikulum berkonten digital, perlu juga disiapkan tenaga-tenaga pengajar atau guru-guru yang kompeten,” ujar anggota Komisi I DPR RI, Sukamta PhD, di hadapan peserta diskusi publik Tantangan SDM Menghadapi Disrupsi pada Era Revolusi Digital, di Jogjakarta, Jumat (23/11).

Negara-negara lain, imbuh Sukamta, telah memasukkan konten-konten digital seperti artifisial intelijen, robotik, big data analisis, internet of things, cooding, ke dalam kurikulum pendidikannya. “Pemerintah Indonesia juga harus melakukan hal itu,” tegasnya.

Pada diskusi publik yang juga mengundang guru-guru sekolah itu, Sukamta juga mengemukakan, yang diperlukan saat ini menyiapkan rencana strategis tentang pengembangan kurikulum digital. “Perlu dipilih keahlian digital yang paling penting dan utama, yang harus dikuasai generasi muda,” katanya kemudian.

Selain itu perlu ditentukan pula metode pengajaran yang tepat kepada anak yang selama 24 jam terkoneksi dengan internet. “Kalau metode mengajarnya masih konvensional, pasti anak akan bosan. Karena itu, perlu dibuat yang sesuai dengan dunia anak era saat ini,” saran Sukamta.

Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa Kemenkominfo RI, Drs Gun Gun Siswadi MSi mengatakan, SDM merupakan salah satu investasi besar bangsa di era digital. Pihaknya selama ini berusaha melakukan berbagai upaya, salah satunya menggelar pelatihan untuk berbagai elemen masyarakat.

“Kita dorong agar kurikulum kita disesuaikan karena kita sudah masuk ke era digital, revolusi 4.0. Kewenangan memang ada di kementerian lain namun kami akan tetap mendorong agar bisa dimasukkan ke kurikulum. Tidak harus berubah tapi bisa bersinergi agar bisa maksimal untuk pemanfaatan era ini,” ujar Gun Gun.

Kemenkominfo, menurut Gun Gun, kini tengah mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan internet untuk seluruh wilayah Indonesia. Ditargetkan 2019 nanti selesai dan 514 kabupaten/kota semua terkoneksi jaringan internet. “Ini kami kejar agar masyarakat kita bisa mudah terkoneksi dan ikut memanfaatkan era digital ini,” tandasnya. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan