Menggembirakan Lonjakan Penabung Saham

Irfan Noor Riza

Irfan Noor Riza

JOGJA – Secara kuantitas, lonjakan penabung saham yang tercatat di kantor BEI (Bursa Efek Indonesia) Perwakilan Jogjakarta sangat menggembirakan. Ada lonjakan hampir 5.000 nasabah di tahun ini. Pada Januari tercatat 32.956 nasabah, menjadi 37.694 nasabah pada Oktober 2018.

“Kami mengharapkan hingga akhir tahun ini jumlahnya bisa tembus empat puluh ribu nasabah,” ungkap Kepala Kantor BEI Perwakilan Jogjakarta, Irfan Noor Riza, kepada wartawan, di Jogjakarta, Senin (5/11) malam.

Jumlah nasabah tersebut lebih tinggi dibandingkan jumlah yang tercatat di Semarang maupun Solo. Tapi secara kualitas atau dari sisi nilai transaksi, kedua kota itu masih menang jika dibandingkan Jogjakarta. “Nasabah di Jogjakarta didominasi pelajar-mahasiswa dan mereka lebih banyak membeli retail sehingga nilai transaksinya masih kalah dengan Semarang maupun Solo,” ujar Irfan.

Total transaksi yang mereka bukukan dari Januari – Oktober 2018 mencapai lebih dari Rp 5,3 triliun. Artinya, rata-rata transaksi yang tercatat di kantor Jogjakarta senilai Rp 722 miliar per bulan. “Cukup menggembirakan. Kini tinggal mendorong kelompok masyarakat, selain pelajar-mahasiswa, untuk menabung saham,” tutur Irfan.

Dari 37.694 nasabah itu, sebesar 30,02 persen adalah pelajar/mahasiswa. Berikutnya sebesar 21,49 persen pegawai swasta. Selanjutnya pegawai negeri, yang hanya mencapai 14,02 persen. Selebihnya, pengusaha, ibu rumahtangga, pensiunan, guru, TNI/Polri, dan lain-lain.

“Mencermati komposisi jenis pekerjaan atau profesi nasabah, kami bersama OJK (Otoritas Jasa Keuangan – red.) sedang merancang program atau kegiatan guna mendorong pegawai negeri atau ASN untuk lebih banyak menabung saham,” papar Irfan kemudian. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan