Menggembirakan Tren Perkembangan Pasar Modal

Irfan Noor Riza

Irfan Noor Riza

JOGJA – Antusiasme masyarakat untuk investasi saham di pasar modal menunjukkan tren perkembangan yang menggembirakan. Semakin banyak warga masyarakat yang berinvestasi, ujung-ujungnya diharapkan pemerataan ekonomi akan semakin nyata.

“Salah satu indikator perkembangan positip pasar modal ditunjukkan dengan jumlah transaksi per hari yang terus meningkat,” ungkap Kepala Kantor Perwakilan BEI (Bursa Efek Indonesia) Jogjakarta, Irfan Noor Riza, saat berbincang-bincang dengan wartawan, di Jogjakarta, Sabtu (29/6) sore.

Sepanjang 2018, tutur Irfan, tercatat frekuensi rata-rata transaksi per hari di pasar modal mencapai 387.000 transaksi. Dan, sampai dengan April 2019 telah mencapai 436.000 transaksi per hari. “Sangat menggembirakan karena jumlah itu tertinggi dibandingkan pasar modal se Asean,” ujarnya tanpa menyebutkan nilai transaksinya.

Sebanyak 57 perusahaan juga tercatat listing atau masuk ke pasar bursa sepanjang 2018. Artinya, ada 57 saham baru yang meramaikan pasar modal. Jumlah perusahaan yang listing itupun merupakan rekor bagi BEI sejak privatisasi 26 tahun terakhir. “Lagi-lagi, ini yang terbanyak se Asean,” tandas Irfan.

Tren positip juga bisa dilihat dari pertumbuhan jumlah investor. Tercatat mengalami pertumbuhan hingga 30 persen. Hingga akhir 2018 tercatat 854.000 investor. Meningkat jika dibandingkan 2017 yang hanya mencapai 630.000 investor.

Bahkan hingga Mei 2019, imbuh Irfan, jumlah investor di pasar modal telah mencapai 954.000 investor. Tentu masih sangat sedikit jika dibandingkan dengan total jumlah penduduk Indonesia. Baru sekitar 0,6 persen. BEI mengarapkan investor akan mencapai lebih dari 10 persen dari total jumlah penduduk.

Yang juga masih menjadi pekerjaan rumah adalah perbandingan antara investor lokal alias warga negara Indonesia dengan investor asing, yang tercatat 48 : 52 persen. “Artinya, keuntungan perekonomian nasional kita sebagian besar masih dinikmati oleh orang asing,” tutur Irfan kemudian.

Karena itulah BEI terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi tentang pasar modal, terutama menyangkut investasi saham. Berbagai program pun terus diluncurkan dengan harapan akan semakin banyak perusahaan yang listing dan masuk ke pasar bursa. Saat ini baru tercatat 633 perusahaan yang sudah go public. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan