Menguntungkan Selesaikan Tesis Di Luar Negeri

IMG_20160926_125533
Irma (no 4 dari kanan) dan Wakil Rektor IV UAD Prof Sarbiran (berpeci) saat melepas mahasiswa S2 PBI UAD berangkat ke USANT Filipina.
JOGJA – Menyelesaikan tesis di luar negeri ternyata banyak membawa manfaat dan keuntungan. Paling tidak, begitulah pengalaman yang bisa dipetik dari program kerjasama bimbingan tesis antara UAD (Universitas Ahmad Dahlan) Jogjakarta dengan USANT (University of Saint Anthony) Filipina. Program tersebut antara lain mengirimkan beberapa mahasiswa S2 PBI (Pendidikan Bahasa Inggris) UAD ke USANT untuk menyelesaikan tugas akhir mereka.
“Berdasarkan pengalaman para mahasiswa yang pernah mengikuti program tersebut, mereka mengaku banyak manfaat dan lebih menguntungkan ketika harus menyelesaikan tesis di luar negeri. Antara lain, bisa lebih fokus sekaligus semakin memperkaya kemampuan Bahasa Inggris mereka,” tutur Ketua Program Studi Pascasarjana PBI UAD, Dr Noer Doddy Irmawati MHum, di kampus setempat, Jumat (23/9), saat melepas delapan mahasiswa yang tahun ini akan mengikuti program tersebut di USANT Filipina.
Melalui program tersebut, mereka memiliki waktu satu semester untuk memyelesaikan tesis dengan bimbingan para dosen di USANT. “Kegiatan utama yang akan dijalani para mahasiswa di Filipina mencakup penelitian, analisis dan penyusunan tesis, serta melakukan pengkayaan Bahasa Inggris,” jelas Irma kemudian.
Program kerjasama bimbingan tesis dengan USANT tahun ini, lanjut Irma, telah memasuki tahap keempat. Dengan keberangkatan delapan mahasiswa tahun ini berarti UAD telah mengirimkan 28 mahasiswa. Pada tahap pertama tahun 2013 berangkat lima mahasiswa, tahap kedua ada tujuh mahasiswa, dan tahap ketiga tercatat delapan mahasiswa.
Jumlahnya hanya sedikit karena Pascasarjana PBI UAD memang sangat selektif. Salah satu persyaratannya, IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) minimal 3,7. “Kami terutama ingin menjaga kredibilitas UAD sehingga tak mengirimkan mahasiswa begitu saja,” jelas Irma.
Dari sejumlah mahasiswa yang pernah menyelesaikan tesis di USANT, hasilnya cukup memuaskan. “Mereka rata-rata hanya perlu menunggu satu bulan untuk kemudian memperoleh pekerjaan. Itu pun posisinya cukup bagus. Minimal ketua program studi, kepala kantor urusan internasional, maupun posisi lain yang setara di perguruan tinggi tempat mereka bekerja,” papar Irma.
Kepala KUI (Kantor Urusan Internasional) UAD, Ida Puspita MARes mengemukakan, meningkatnya animo mahasiswa S2 PBI dari tahun ke tahun utnuk mengikuti ‘Joint-Thesis Supervision’ itu menunjukkan kegiatan tersebut membawa manfaat besar.
“UAD merupakan universitas mitra luar negeri pertama bagi USANT sehingga mereka menunjukkan keseriusan dalam menjaga hubungan baik dengan kami. Kegiatan kerjasama lainnya dengan USANT, antara lain joint-seminar, visiting professor, guest lecturer, joint-workshop, joint-publication, dan lain-lain,” ujar Ida lebih jauh. (rul)
CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan