Meningkat Potensi Buta Katarak

 IMG_20170428_005841
Rektor UAD, Kasiyarno (kanan), meneteskan obat pada mata calon peserta operasi katarak.
JOGJA – Angka kebutaan di Indonesia sejak 1980-an makin meningkat. Cukup memprihatinkan karena negara lain, Thailand misalnya, justru mengalami angka penurunan kebutaan. Kondisi geografis, banyaknya jumlah penduduk, serta persebaran dokter mata, menjadi beberapa faktor yang menyebabkan angka kebutaan justru tidak menurun di Indonesia.
“Meningkatnya usia harapan hidup, di sisi lain, juga berpotensi meningkatkan penderita katarak. Seperti diketahui, katarak merupakan salah satu penyebab kebutaan, apabila tidak ditangani secara dini,” ujar Ketua Perdami (Perhimpunan Dokter Ahli Mata Indonesia), Prof dr Suhardjo SpM(K) PhD, pada operasi katarak gratis, di RS Holistika Medika (RS UAD), Jogjakarta, beberapa waktu lalu.
Usia harapan hidup ikut meningkatkan potensi katarak karena faktor usia merupakan penyebab utama seseorang menderita katarak. “Untuk warga perkotaan, katarak akan mulai menyerang saat rata-rata usia enam puluh tahun. Untuk warga perdesaan, rata-rata mulai pada usia lima puluh lima tahun,” tutur Suhardjo kemudian.
Rektor UAD (Universitas Ahmad Dahlan) Jogjakarta, Dr Kasiyarno MHum mengemukakan, jumlah pendaftar operasi katarak gratis yang diprakarsai Madapala (Mahasiswa Ahmad Dahlan Pecinta Alam), bersama Yayasan Dharmais selaku penyandang dana, itu melebihi target semula.
“Kami hanya menargetkan seratus pendaftar. Ternyata lebih. Bukan hanya dari Jogjakarta, pendaftar juga berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, bahkan Kalimantan. Dari jumlah pendaftar yang mencapai hampir dua ratus orang itu, setelah diperiksa hanya lima puluh lima orang yang oleh tim dokter dinyatakan layak operasi,” papar Kasiyarno lebih jauh.
Mewakili Yayasan Dharmais, Siti Hediati Soeharto menyatakan, sejak 1986 hingga saat ini yayasan telah memberikan pelayanan operasi katarak gratis kepada tak kurang dari 150.000 orang penderita. “Sejak berdiri pada 1975, Yayasan Dharmais juga telah memberikan berbagai bantuan di bidang sosial dan kemanusiaan lainnya,” ungkap puteri mantan Presiden Soeharto itu.
Selain operasi katarak, Yayasan Dharmais pada hari yang sama juga menggelar operasi bibir sumbing secara gratis di rumah sakit khusus bedah di Ring Road Selatan Jogjakarta. “Lebih dari sembilan miliar rupiah telah kami kucurkan untuk melaksanakan operasi sumbing bibir dan langit-langit bagi lebih enam ribu orang penderita sejak 1997,” tutur Ketua Yayasan Dharmais, Indra Kartasasmita. (rul)

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan