Menko Puan Tularkan Kepemimpinan

Kepemimpinan: Menko PMK Puan Maharani meladeni pertanyaan wartawan di akhir kunjungan ke Madrasah Muallimaat Jogjakarta, Selasa (3/4). Kepada para siswi sekolah puteri tersebut, menteri banyak menyinggung soal kepemimpinan.

Kepemimpinan: Menko PMK Puan Maharani meladeni pertanyaan wartawan di akhir kunjungan ke Madrasah Muallimaat Jogjakarta, Selasa (3/4). Kepada para siswi sekolah puteri tersebut, menteri banyak menyinggung soal kepemimpinan.

JOGJA – Madrasah Muallimaat Jogjakarta menjadi salah satu tempat yang dikunjungi Menko PMK (Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan) Puan Maharani, dalam kunjungan kerja ke DIJ, Selasa (3/4). Soal kepemimpinan menjadi salah satu yang ditularkan Puan kepada segenap siswi sekolah puteri Muhammadiyah itu. Ia pun menyinggung soal kepemimpinan dalam pesan yang ia goreskan di atas secarik kanvas sesaat sebelum meninggalkan Muallimaat.

‘Madarasah Muallimaat Tetaplah Menjadi Pelopor Pemimpin Indonesia’. Begitu pesan singkat yang Puan goreskan, yang ia tinggalkan di sekolah puteri tersebut. Pesan yang lain ditorehkan oleh Mendikbud Muhadjir Effendy. ‘Majulah Wahai Muallimaat’. Begitu pesannya. “Kami sangat bangga. Kehadiran banyak figur dan tokoh sangat menunjang program pembelajaran tentang kepemimpinan bagi siswa,” ujar Direktur Muallimaat, Agustiani.

Kedatangan Puan memang tidak sendirian. Selain Mendikbud dan jajaran Kemenko PMK, turut menyertai pula Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah dan Wakapolri Komjen Pol M Syafruddin. Segenap siswi Muallimaat pun menyambut penuh sukacita kehadiran Menko PMK dan rombongan. Sebaliknya, Puan pun sangat mengapresiasi saat melihat beberapa karya kreatif siswa. Terlebih saat melihat pesan Bung Karno, ‘Sekali Muhammadiyah Tetap Muhammadiyah’ yang dikutip dan dituangkan salah seorang siswa di dalam karyanya.

“Pesan itu ditulis Bung Karno, yang juga kakek saya, pada tahun 1957. Karena itu, sebagai keturunannya, tidak berlebihan jika saya mengaku sebagai keluarga Muhammadiyah. Bahkan keluarga Ibu Fatmawati pun aktif di dalam Konsul Muhammadiyah di Bengkulu pada masa itu,” tutur Puan di hadapan segenap siswi Muallimaat yang memadati halaman tengah madrasah puteri tersebut.

Puan pun menyatakan, sangat mengapresiasi kiprah Muallimaat. “Sejak didirikan tahun 1918, Muallimaat telah menjadi tempat penyemaian bagi perempuan-perempuan hebat yang menjadi pemimpin di posisi masing-masing. Kalian pun harus seperti itu. Jadilah pemimpin yang hebat,” pesannya kepada segenap siswi Muallimaat.

Ingin mengetahui kemampuan siswi Muallimaat, Puan juga sempat mengundang dua orang siswi untuk maju. Seorang siswi menunjukkan kebolehannya berpidato dalam bahasa Arab dan seorang lagi unjuk gigi dengan melantunkan sebait tembang macapat Pangkur yang menggambarkan keindahan dan kebesaran bumi Nusantara ini. Puan pun memberikan hadiah, salah satunya sebuah gitar, kepada siswi yang pandai melantunkan tembang macapat itu.

Di awal kunjungan ke Muallimaat, secara simbolis Puan menyerahkan bantuan sosial PKH (Program Keluarga Harapan) kepada beberapa ibu, warga kota Jogjakarta. “Bantuan ini merupakan sebagian kecil yang diberikan pemerintah. Total ada sepuluh juta keluarga penerima PKH,” ujar Puan seraya mengemukakan, bantuan PKH yang diberikan sebesar Rp 1.890.000 per keluarga per tahun yang diberikan dalam empat tahap.

Usai mengunjungi madrasah puteri tersebut, Puan beserta rombongan menyambangi sekaligus menyemangati para atlet anggota pelatnas panjat tebing, yang dipusatkan di kompleks stadion Mandala Krida Jogjakarta. Menko PMK memang tercatat sebagai salah seorang Dewan Pengarah Asian Games yang akan digelar di Indonesia. Sedangkan Wakapolri juga menjabat sebagai Ketua Kontingen Indonesia untuk Asian Games.

Sebelum ke Muallimaat, Menko PMK beserta rombongan juga menyambangi pondok pesantren Tahfidz Yatim de Muttaqin di Denokan Depok Sleman DIJ dan RS PKU Muhammadiyah Gamping Sleman DIJ. Di RS PKU, Puan mengunjungi beberapa fasilitas kesehatan seperti tempat cuci darah, instalasi gawat darurat, ruang rawat inap anak maupun dewasa, serta pusat pelayanan jantung terpadu.

Puan mengaku puas dengan pelayanan RS PKU Gamping. Hanya saja ia mengharapkan agar rumah sakit bisa pula mengedepankan aspek preventif. “Masyarakat jangan hanya datang ke rumah sakit ketika sakit tapi juga ketika ingin menjaga kesehatannya,” tuturnya sembari memuji pelayanan BPJS di rumah sakit tersebut yang diakui juga suduh cukup baik. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan