Menkumham Ajak ISKA Buat Program Cinta Indonesia

IMG_20170329_174618
MEDAN (jurnaljogja.com) – Keberadaan Pancasila sebagai perekat kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia sangat majemuk dan mengagumkan. Sampai pemimpin agama di dunia dan Presiden Amerika Serikat Barrack Obama, saat itu tertarik menerapkan prinsip Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika yang mampu menjadi pemersatu ratusan suku, bahasa dan keberagaman agama.
   Uskup Agung Medan Mgr Anicetus Bongsu Sinaga OFMCap menyampaikan itu pada pembukaan  Musyawarah Nasional Ikatan Sarjana Katolik  (Munas ISKA) 2017 di Catholic Center Medan, Jalan Mataram, Kota Medan, Sumatera Utara, Jumat (24/3/2017).Pembukaan Munas ISKA dilakukan oleh Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Hamonangan Laoly. Munas mengusung tema “Revitalisasi Peradaban Pancasila Menuju Seabad Indonesia” itu berlangsung empat hari hingga Senin, 27 Maret 2017. Hadir dalam kesempatan itu Wakil Gubernur Sumatera Utara Hj Nur Azizah Marpaung, Ketua Presidium Pengurus Pusat ISKA Muliawan Margadana, Ketua DPD ISKA Sumut Hendrik Sitompul, Wakil Wali Kota Medan Akyar Nasution dan tokoh masyarakat Katolik lainnya.
     Menurut Uskup Sinaga, Presiden Obama saat itu merasa cemburu dengan Pancasila, karena di AS hanya ada dua warna kulit, dan warna lainnya saling  tembak dan membunuh. Disampaikan saat dirinya belajar di Kanada, negara yang hanya terdiri dari dua pembeda, dalam hal ini Bagsa Belanda dan Perancis. Namun di negara berpenduduk belasan juta itu, kerap dilanda konflik dan permusuhan sentimentil. Padahal  di bumi Indonesia yang memiliki 361 suku dan bahasa, bisa rukun dan bersaudara.
    Kepada ISKA secara lembaga dan pengurusnya, Uskup AB Sinaga berharap untuk memperbaharui dan merevitalisasi cinta kepada bangsa Indonesia. Serentak sebagai ungkapan iman kepada Tuhan Maha Esa.
     Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly berharap, melalui Munas agar ISKA terus merevitalisasi Pancasila sebagai peradaban dalam kehidupan sehari-hari. “Jangan mau dipecah-belah sebagai anak bangsa,” tandasnya.
     Ia mengajak ISKA, dalam Munas ini mengeluarkan program-program yang mendorong cinta Indonesia, yakni berdasarkan filosofi dan ideologi bangsa Indonesia. (*/bam)

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan