Menpora Targetkan 10 Besar Asian Games 2018

Dialog: Menpora Imam Nahrawi, di kompleks stadion Mandala Krida Jogjakarta, Senin (12/3), berdialog sekaligus memberi motivasi sambil duduk lesehan kepada tim panjat tebing Indonesia yang sedang dipersiapkan untuk Asian Games 2018.

Dialog: Menpora Imam Nahrawi, di kompleks stadion Mandala Krida Jogjakarta, Senin (12/3), berdialog sekaligus memberi motivasi sambil duduk lesehan kepada tim panjat tebing Indonesia yang sedang dipersiapkan untuk Asian Games 2018.

JOGJA – Perhelatan olahraga Asian Games 2018 akan digelar di Jakarta dan Palembang, 18 Agustus – 2 September. Sebagai tuan rumah, Indonesia bertekad akan memanfaatkan sebaik mungkin untuk mengoptimalkan prestasi sekaligus mendulang medali sebanyak mungkin. Beberapa cabang olahraga akan menjadi andalan, meski semua cabang olahraga sejatinya ditargetkan meraih medali.

“Sebagai tuan rumah, ini merupakan kesempatan langka. Atlet-atlet kita akan bertanding di depan keluarga kita. Kita akan berupaya sekeras mungkin untuk mencapai target sesuai arahan Bapak Presiden, yakni menjadi sepuluh besar pada Asian Games 2018 nanti,” ujar Menpora (Menteri Pemuda dan Olahraga) Imam Nahrawi, di sela meninjau pelatnas Panjat Tebing, di kompleks stadion Mandala Krida Jogjakarta, Senin (12/3).

Bukan hanya 10 besar, Menpora pun menyatakan, akan lebih baik jika para atlet Indonesia bisa berprestasi lebih dari itu. “Semua cabang olahraga diharapkan bisa menyumbang medali. Tapi, memang ada cabang olahraga yang kita andalkan. Seperti bulutangkis, pencak silat, dan panjat tebing,” ujar Nahrawi.

Untuk memastikan target tersebut, imbuh Nahrawi, semuanya sedang dan sudah dipersiapkan semaksimal mungkin. “Termasuk di panjat tebing ini, seluruh atlet maupun pelatih dan semuanya yang terlibat telah bekerja keras mempersiapkan diri. Para atlet berlatih keras untuk meningkatkan kemampuan dari waktu ke waktu hingga mencapai puncaknya nanti saat bertanding,” tandasnya.

 

Secara keseluruhan, menurut Nahrawi, semua persiapan dan target terakhir akan dilaporkan ke presiden pada Juni mendatang. “Pada bulan itu kami akan melaporkan semuanya tentang persiapan tempat pertandingan, sarana prasarana yang lain, hingga target medali yang hendak kita raih. Tunggu Juni nanti,” katanya menjawab pertanyaan wartawan.

Saat meninjau pelatnas panjat tebing itu Nahrawi tidak hanya menengok sebentar kemudian pergi. Ia sempat berdialog sambil duduk lesehan dengan seluruh atlet panjat tebing dan tim pelatih. Pada kesempatan itu menpora sempat berdialog hati ke hati, memberikan motivasi kepada seluruh tim panjat tebing. Sesekali menanyakan persoalan studi kapada para atlet. “Gimana sekolahnya? Terganggu?”

Para atlet pun kemudian menyampaikan kondisi mereka dengan santai karena menpora pun bersikap rileks. Ada yang menjawab cuti kuliah tapi ada juga yang mengatakan sudah selesai kuliah. Beberapa atlet, ditimpali pelatih, menyinggung kemungkinan untuk diangkat sebagai pegawai negeri. Nahrawi pun hanya manggut-manggut sembari menyanggupi akan membantu semaksimal mungkin.

Sebelumnya Nahrawi secara serius berdiskusi dengan pelatih tentang perkembangan latihan yang dicapai atlet puteri maupun putera, sambil melihat sejumlah atlet naik turun di atas papan panjat tebing setinggi 15 meter, untuk nomor speed. Bahkan Nahrawi pun sempat menjajal memanjat layaknya atlet. Namun, hanya sekiar seperempat dari total tinggi papan panjat tebing yang mampu dilakoninya. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan