Merapi Jangan Dijadikan Hoaks

Tangguh Bencana: (kiri-kanan) Albani, Eko Suwanto, Hanik Humaida, Biwara Yuswantara pada FGD Strategi Penanggulangan Bencana dalam Perspektif Pembangunan Desa/Kalurahan Tangguh Bencana, di kantor DPRD DIJ, Senin (4/6).

Tangguh Bencana: (kiri-kanan) Albani, Eko Suwanto, Hanik Humaida, Biwara Yuswantara pada FGD Strategi Penanggulangan Bencana dalam Perspektif Pembangunan Desa/Kalurahan Tangguh Bencana, di kantor DPRD DIJ, Senin (4/6).

JOGJA – Aktivitas vulkanik Merapi sedikit meningkat belakangan ini. Kendati begitu masyarakat tidak perlu panik menghadapi gunungapi yang berada di perbatasan DIJ dan Jateng itu. Pemerintah, khususnya melalui instansi yang menangani Merapi, terus memantau secara rutin. Berdasarkan pengalaman, diyakini sifat gotong-royong masih melekat kuat di masyarakat Jogjakarta, sehingga dipastikan akan siap menghadapi bencana sebesar apapun.

“Mengingat dampak luas yang bisa ditimbulkan, aktivitas vulkanik Merapi tidak sepatutnya dijadikan sebagai bahan tulisan hoaks. Pihak kepolisian semestinya segera tangkap saja ketika menemukan tulisan hoaks terkait Merapi,” ujar Ketua Komisi A DPRD DIJ, Eko Suwanto, pada FGD (Focus Group Discussion) Strategi Penanggulangan Bencana dalam Perspektif Pembangunan Desa/Kalurahan Tangguh Bencana, di kantor dewan setempat, Senin (4/6).

Terkait dengan keberadaan Destana (Desa Tangguh Bencana) dan Katana (Kalurahan Tangguh Bencana), Eko mengharapkan, adanya monitoring dan evaluasi. Terutama menyangkut penyelerasan program-program kerja maupun penganggaran. “Bukan hanya Destana dan Katana, namun antar-elemen tangguh bencana perlu adanya sinkronisasi,” tegasnya.

Eko juga mengharapkan, para juragan pasir yang telah banyak menangguk keuntungan dari penambangan pasir Merapi sepatutnya mengalirkan dana CSR (corporate social responsibility) mereka untuk para pengungsi. “Itu penting karena pemda belum bisa menggunakan dana APBD jika belum ada status darurat bencana,” katanya pada FGD yang diikuti tak kurang dari 150 orang wakil dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) se DIJ, Kepala Desa dan Lurah, serta Ketua Destana dan Katana di Jogjakarta.

Pada diskusi dengan moderator anggota Komisi A DPRD DIJ, Albani, itu dikemukakan pula pelanggaran perda (peraturan daerah) atau pun ketidak-taatan hukum sebagai pemicu terjadinya bencana. “Sudah menjadi rahasia umum, di kota Jogjakarta ini ada hotel, apartemen, perumahan yang memakan sungai. Ironisnya, terjadi pembiaran terhadap pelanggaran hukum itu. Perlu pengawasan dan penindakan tegas. Jangan menunggu datangnya bencana besar,” tutur Eko kemudian.

Kepala BPPTKG (Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi) Dr Hanik Humaida berjanji, instansi beserta seluruh jajaran yang dipimpinnya akan terus memantau aktivitas vulkanik Merapi. “Selama ini pun kami memantau 24 jam penuh dan terus menyampaikan perkembangan informasi aktivitas Merapi setiap enam jam sekali,” katanya.

Kendati terjadi erupsi freatik dan belakangan mulai muncul aktivitas magmatik, namun Hanik menegaskan, masyarakat tidak perlu panik. “Merapi terus kami pelototi saat ini, terutama menyangkut ada tidaknya perubahan morfologi atau perubahan bentuk kubah lava di puncak. Tidak ada yang bisa memastikan kapan Merapi meletus atau tidak meletus. Namun kalau pun meletus, juga belum tentu eksplosif,” katanya.

Secara teoritis, saat ini Merapi masih berada pada fase-1. Yakni fase peluruhan sumbat lava. Masih sangat jauh dan tergantung banyak aspek untuk sampai meletus secara eksplosif seperti pada 2010 lalu. “Karena itu, sekali lagi, masyarakat tidak perlu panik. Waspada perlu, memang. Kalau belum juga yakin, carilah informasi ke kami,” papar Hanik lebih jauh.

Kepala Pelaksana BPBD DIJ, Biwara Yuswantara menyatakan, setuju dengan usulan Ketua Komisi A untuk segera dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap elemen tangguh bencana. “Kami sebagai instansi yang terkait dengan Destana maupun Katana akan melakukan evaluasi. Sekaligus sinkronisasi program kerja maupun penganggarannya,” katanya. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan