Minim Prodi Profesi Apoteker

 IMG_20170212_174749
 Rektor UMY Gunawan Budiyanto memukul gong menandai peluncuran PSPA.
JOGJA – Jumlah prodi (program studi) Profesi Apoteker di Indonesia masih sangat minim. Tidak sebanding dengan jumlah prodi S1 Farmasi. Ada sekitar 140 prodi S1 Farmasi, sementara hanya ada 35 prodi Profesi Apoteker.
“Karenanya masih dibutuhkan prodi Profesi Apoteker sebagai kelanjutan program Sarjana Farmasi. Sekaligus sebagai bekal untuk praktik, setelah memperoleh sertifikat kompetensi dan gelar Apoteker,” ungkap staf pengajar prodi Profesi Apoteker FKIK UMY (Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta), di kampus setempat, Senin (6/2) lalu.
UMY pun merasa perlu membuka prodi Profesi Apoteker. Satu prodi profesi ini melengkapi 35 prodi yang telah mereka miliki. “Sudah semestinya keberadaan apoteker menjadi satu paket komprehensif bersama dengan perawat, dokter, bahkan dokter gigi, sehingga akan tercipta proses medis yang rasional,” ujar Rektor UMY, Dr Ir Gunawan Budiyanto MP.
Dekan FKIK UMY, dr Ardi Pramono SpAn MKes menyatakan, pelayanan kefarmasian harus lebih komprehensif di tengah tantangan yang makin berat saat ini. Apoteker dituntut untuk tak sekadar melayani, menjual obat, tapi harus mampu bertindak selaku konsultan.
“Apoteker juga dituntut untuk menjadi seorang manajer atau leader dalam dunia kerja di bidang farmasi. Dalam pelayanan, apoteker harus dapat menjadi mitra kerja dokter dalam melayani pasien. Harus mampu menerangkan apabila resep obat yang diberikan dokter terlalu banyak atau terlalu besar dosisnya. Pun, menjelaskan efek samping obat,” tegas Ardi.
Siap menghasilkan apoteker yang unggul dan Islami, kompeten, serta berwawasan global, PSPA (program studi profesi apoteker) UMY juga akan membekali dengan beragam kegiatan praktik guna menunjang lulusan yang berpengalaman.
“Para mahasiswa akan menempuh studi selama satu tahun atau dua 2 semester, dengan praktik kerja di salah satu dari empat instansi, puskesmas, apotek, rumah sakit, atau industri,” tutur Kepala PSPA UMY, Nurul Maziyyah MSc Apt.
Sistem studi selama satu tahun tersebut akan diisi dengan kuliah berbasis pada sistem blok, seperti pada prodi S1 Farmasi dan Fakultas Kedokteran kebanyakan. Mahasiswa akan mengambil total enam blok, kemudian dilanjutkan dengan Praktik Kerja Profesi Apoteker. Mahasiswa PSPA UMY angkatan pertama saat ini berjumlah 41 orang. “Mereka berasal dari alumni UMY dan dari luar UMY,” jelas Nurul. (rul)

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan