Minim SDM Pasar Modal

Seleksi CMPDP: Puluhan orang ikuti tes tertulis CMPDP, di Jogjakarta, Sabtu (21/4). Seleksi serupa dilaksanakan serentak di 28 kota besar lain di Indonesia.

Seleksi CMPDP: Puluhan orang ikuti tes tertulis CMPDP, di Jogjakarta, Sabtu (21/4). Seleksi serupa dilaksanakan serentak di 28 kota besar lain di Indonesia.

JOGJA – Sebagai salah satu negara berkembang, Indonesia memiliki potensi besar di industri pasar modal. Indeks Harga Saham Gabungan sebesar 125,40 persen menjadi indeks yang paling potensial di dunia untuk 10 tahun terakhir. Sayang, potensi tersebut terkendala dengan masih minimnya jumlah sumberdaya manusia di pasar modal. Kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap industri pasar modal pun belum dapat difasilitasi secara optimal.

“Di sisi lain, kondisi tersebut berarti terbukanya peluang untuk berkarir di pasar modal,” ujar Kepala Kantor BEI Yogyakarta, Irfan Noor Riza, di sela seleksi CMPDP (Capital Market Professional Development Program) 2018, di Jogjakarta, Sabtu (21/4), yang diselenggarakan BEI (PT Bursa Efek Indonesia), KPEI (PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia), dan KSEI (PT Kustodian Sentral Efek Indonesia) selaku SRO (Self-Regulatory Organization), dan TICMI (The Indonesia Capital Market Institute) selaku pelaksana.

CMPDP memang memiliki tujuan jangka menengah dan panjang, dengan cara mempersiapkan talenta pasar modal yang akan menjawab tantangan di masa depan dan membantu menggerakkan industri pasar modal Indonesia. “SRO yang dimotori BEI memiliki target menjadikan pasar modal Indonesia menjadi pasar modal yang terbaik di kawasan ASEAN pada 2020,” jelas Irfan.

Jumlah kandidat CMPDP pada 2016 yang ditempatkan di SRO ada 26 orang dan pada 2017 sebanyak 31 orang. Pada 2018 ini jumlah pelamar CMPDP ada 3.962 orang. Setelah melalui proses seleksi administrasi, sebanyak 3.575 kandidat berhak mengikuti seleksi tertulis CMPDP yang akan dilaksanakan serentak di 29 kota besar di Indonesia, termasuk salah satunya Jogjakarta.

Bagi peserta yang lulus tes tertulis, imbuh Irfan, akan mengikuti serangkaian tes lainnya seperti psikotes, FGD, dan interviu sampai dengan terpilihnya peserta terbaik yang akan mengikuti enam bulan program pengembangan dan enam bulan on the job training. “Nantinya setiap lulusan CMPDP akan ditempatkan bekerja di SRO,” papar Irfan kemudian.

Dengan demikian, tandas Irfan, SRO akan memiliki SDM profesional yang andal dan memadai guna mendukung operasional bisnis dan mengembangkan industri pasar modal Indonesia sehingga pasar modal Indonesia dapat menjadi yang terbesar di ASEAN dan bersaing secara global. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan