MPM PP Muhammadiyah Berdayakan Pemulung

IMG_20170506_184129
JOGJA (jurnaljogja.com): Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah memberdayakan pemulung melalui cara-cara manusiawi dan menggembirakan.
    Menurut Ketua MPM PP Muhammadiyah. Muhammad Nurul Yamin, selama ini pemulung dianggap trouble maker dalam pembangunan lingkungan. Karena itu, pergeseran paradigma pemulung dari trouble maker menjadi pahlawan lingkungan perlu disosialisasikan ke seluruh stakeholder maupun masyarakat luas. Diiringi dengan program pemberdayaan pemulung, baik dari aspek sosial, ekonomi, kesehatan, lingkungan dan sebagainya.
    “Implementasinya dari program pemberdayaan pemulung perlu kontribusi, peran dan kerja sama antara MPM PP Muhammadiyah dengan berbagai stakeholder, baik pemerintah maupun non pemerintah,” katanya pada workshop Pemberdayaan Komunitas Pemulung di Gedung Dewan Pimpinan Daerah (DPD) DIY, Kamis (4/5).
     Yamin menyampaikan, kerja keras pemulung sangat berarti sebagai tulang punggung keluarga hingga pahlawan lingkungan. Meski diakui, persoalan pemulung merupakan hal yang komplek dan bersinggungan dengan berbagai instansi. Menyadari hal itu, MPM PP Muhammadiyah mencoba memberdayakan pemulung secara pelan-pelan dan melibatkan berbagai pihak.
    Koordinator Divisi Komunitas Khusus MPM PP Muhammadiyah, Wuri Rohmawati menilai kegiatan ini memiliki urgensi penting. Pertama, guna menemukan strategi yang tepat untuk membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) para pemulung. Kedua, menemukan kegitan yang dapat membantu para pemulung dalam peningkatan keterampilan sehingga dapat memberikan alternatif pendapatan lain baginya. Ketiga, advokasi kebijakan yang berpihak pada pemulung dan masyarakat sekitar TPST. Keempat, menemukan Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna yang dapat diimplementasikan di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, Bantul. Diharapkan melalui kegiatan ini nantinya akan digunakan menjadi bahan penyusunan blue print pemberdayaan pemulung, khususnya di TPST Piyungan, yang sudah didampingi sejak Maret 2015.
     Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto menyatakan dukungan atas inisiasi MPM PP Muhammadiyah dalam memberdayakan pra pemulung tersebut. Menurutnya, pengelolaan sampah harus melibatkan masyarakat agar Yogyakarta menjadi ramah lingkungan. Diharapkan pula, pra pemulung itu nantinya menjadi pengusaha sampah. (bam)

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan