Muhammadiyah DIY Pastikan Anak-anak Lombok Bahagia

(kiri-kanan) Fitra Ningsih, Jefree Fahana, Arif Jamali Muis, Purwandi

(kiri-kanan) Fitra Ningsih, Jefree Fahana, Arif Jamali Muis, Purwandi

JOGJA – Mendengar bencana gempabumi melanda Lombok akhir Juli lalu, PWM (Pimpinan Wilayah Muhammadiyah) DI Yogyakarta segera menghimpun kekuatan dan dana. Bantuan pun dikirimkan. Termasuk tim relawan psikososial guna menangani kondisi psikologis anak-anak.

“Kami memiliki prinsip anak-anak boleh bersedih hanya di hari pertama saja. Hari berikutnya anak-anak di Lombok harus bahagia,” tutur Ketua PWM DIY, Arif Jamali Muis, kepada wartawan, di Jogjakarta, Selasa (18/9), berkaitan dengan pencapaian Respon Gempa Lombok yang telah dilakukan ormas keagamaan itu.

Menggandeng Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang ada di Jogjakarta, PWM DIY bersama dengan LPB (Lembaga Penanggulangan Bencana) Aisyiyah mengirimkan tak kurang dari 45 orang relawan psikososial guna memastikan anak-anak korban bencana gempabumi Lombok tidak mengalami trauma psikologis berkepanjangan.

“Seperti diketahui kita memiliki UMY, UAD , dan Unisa di Jogjakarta yang masing-masing memiliki sumberdaya dengan keahlian masing-masing. Mereka dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah itulah yang kami gandeng, kami berdayakan untuk bersama-sama membantu saudara-saudara kita di Lombok,” ungkap Purwandi dari LPB PWM DIY.

Bersama LazisMu (Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah) DIY, PWM DIY berhasil menghimpun dana lebih dari Rp 2,285 miliar. Dana sebesar itu antara lain diujudkan pembangunan 40 huntara (hunian sementara) bagi korban gempabumi di desa Gangga dengan nominal Rp 7,5 juta untuk pembangunan tiap huntara.

Desain huntara sengaja dibuat terbuka untuk pengembangan selanjutnya. Artinya masyarakat bisa mengembangkan pembangunannya setelah mereka menerima bantuan seperti yang dijanjikan pemerintah Rp 50 juta bagi hunian yang rusak berat. “Pembangunan huntara dianggap penting. Terlebih sebentar lagi, Oktober besok, akan memasuki musim penghujan,” tutur Arif kemudian.

Selain tim relawan psikososial dan pembangunan 40 huntara, PWM DIY bersama tim juga membangun klinik kesehatan sementara dan dua buah Taman Kanak-kanak di Sembalo yang terletak di kaki gunung Rinjani serta di Gangga. Tak ketinggalan 1.000 school kit bagi anak-anak di Lombok dan Sumbawa.

Ketua LazisMu DIY Jefree Fahana menambahkan, penggalangan dana bagi korban gempabumi Lombok masih akan terus dilakukan hingga Desember mendatang. “Kami hanya menginginkan sekaligus memastikan bagaimana masyarakat Lombok, bahkan Nusa Tenggara Barat secara umum, bisa hidup tenang dan nyaman,” katanya.

Selain mengerahkan relawan psikososial yang memang sangat diperlukan, Fitra Ningsih mewakili LLHPB (Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana) PW Aisyiyah DIY mengemukakan, akan dibangun pula dapur balita guna memenuhi kebutuhan makanan bagi balita. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan