Munas ISKA 2017 di Medan

IMG_20170316_040602

Presidium ISKA audiensi dengan Gubernur Lemhanas Letjen TNI (Pur) Agus Widjojo, di Kantor Lemhanas, Jakarta, Selasa (14/3).

JAKARTA (jurnaljogja.com) – Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Letjen TNI (Pur) Agus Widjojo memastikan diri untuk menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA)  di Medan, Sumut pada 24 – 26 Maret mendatang.

Ketua Umum Presidium ISKA, Muliawan Margadana menjelaskan, Agus akan tampil berbicara tentang “Ketahanan Idiologi Dalam Menghadapi Bahaya Radikalisme dan Globalisasi” yang dianggap sangat relevan dengan situasi bangsa saat ini. Kepastian kehadiran Agus dalam munas nanti setelah dirinya audiensi di Kantor Gubernur Lemhanas, Selasa (14/3) lalu, dengan  didampingi Presidium ISKA Hargo M, AM Putut Prabantoro, Prasetyo Nurhardjanto, yang juga alumnus Lemhanas PPRA Angkatan L, dan Ketua DPD ISKA Sumut Hendrik Sitompul, yang juga alumnus Lembahas PPRA Angkatan LII.

Muliawan menjelaskan, Munas ISKA mengusung tema “ Revitalisasi Peradaban Pancasila Menuju Seabad Indonesia”. Harapannya adalah bangkitnya kembali ketahanan idiologi yang pernah dirasakan bangsa ini pada masa lalu. Pancasila disebutnya sebagai nilai luhur dan sekaligus idiologi Bangsa Indonesia yang tidak boleh ditawar oleh siapapun yang mengaku sebagai warganegara Indonesia. Dalam konteks itu, pada akhirnya Pancasila harus menjadi spirit dan way of lifedari bangsa serta negara ini.

Sebagai bangsa, tutur Muliawan, ruh Pancasila harus dimiliki oleh setiap insan manusia Indonesia. Sikap atas Pancasila sebagai idiologi dan falsafah hidup harus terus dihidupkan mengingat sejak reformasi, Pancasila cenderung dilemahkan. “Indonesia tanpa Pancasila sama saja dengan kehancuran. Ikatan erat antarsuku, agama, keyakinan, RAS atau kelompok ada di Pancasila,” katanya seraya menjelaskan, perilaku bangsa Indonesia terletak di Pancasila dari pasal satu hingga lima. Karena itu, setiap sila tidak boleh dilihat secara terpisah, tetapi harus bersamaan sekaligus. “Pelemahan atas sila yang satu akan menodai sila yang lain secara bersamaan,” ingatnya.

Muliawan mengatakan, ISKA ingin kerja sama dengan Lemhanas di masa mendatang untuk terlibat secara aktif dalam pembangunan ketahanan idiologi melalui berbagai kegiatan. Para cendekiawan ISKA juga akan aktif menyumbangkan gagasan atau pikiran agar pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Sementara itu Ketua DPD ISKA Sumut, Hendrik Sitompul menambahkan,  Munas ISKA kali ini memang dipersiapkan dengan melihat satu titik, yakni kebangkitan (revitalisasi) Pancasila. Diharapkan semua ormas di Indonesia melihat kondisi politik kali ini sebagai momentum untuk kebangkitan Pancasila. Melemahnya pemahaman dan pengamalan Pancasila akan berdampak pada lepasnya ikatan kebangsaan dalam wadah NKRI.

“Dari Medan Sumut, ISKA ingin mengajak seluruh ormas dan bangsa Indonesia untuk bersama-sama membangun kembali ketahanan idiologi, yakni Pancasila. Dan, kami berharap suara dari Medan cukup  keras terdengar sampai di Merauke,” harapnya. (*/bam)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan