Murwat, Realitas di Pasar Anyar

IMG_20160920_175010

Foto dan Naskah: Shegit Sick

“Genderuwo Pasar Anyar” adalah judul Pentas Monolog Khocil Birawa pada 15 Septembet 2016 di Societet Taman Budaya Yogyakarta.
Pengabdian sebagai penjaga pasar tradisional, sang tokoh berusaha mempertahankan pasar tradisional. Tokoh itu bernama Murwat.
Namun nasib tak dapat dielak. Sikapnya mempertahankan pasar justru berbalik menjadi tuduhan. Dia pun masuk penjara, dengan tuduhan telah membakar dan merusak pasar di mana dia bertugas sebagai penjaga keamanan. Lakon ini juga mengisahkan tersingkirnya pedagang kecil dan nasib nahas pasar tradisional seiring maraknya berdiri pasar modern berbasis kekuatan kapital yg dikuasai para konglomerat. Termasuk mall, hotel, dan bangunan pencakar langit. (*)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan