Mutu Lulusan Perguruan Tinggi Tentukan Daya Saing Bangsa

IMG_20170902_084017
Wagub DIY Paku Alam X berbicara di hadapan mahasiswa baru UNY, di kampus setempat, Rabu (30/8).
JOGJA – Visi misi ‘Nawa Cita’ Presiden Jokowi dapat diujudkan melalui peningkatan mutu lulusan pendidikan tinggi, kualitas dan efektivitas riset, serta teknologi yang akan menjadi landasan penting bagi tercapainya peningkatan daya saing bangsa.
Generasi profetik pun dapat mendorong perubahan cara pandang, pola pikir, sikap, memiliki komitmen moral, semangat untuk maju, berprestasi tinggi, lebih produktif, dan memiliki rasa cinta tanah air yang kuat.
“Mewujudkan Indonesia yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian, sekaligus siap berkompetisi dan unggul di dunia global,” tandas Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti, Prof Intan Ahmad, pada kuliah umum bertajuk ‘Dari Yogyakarta Untuk Indonesia’, di GOR UNY, (Rabu, 30/8).
Intan juga menyoroti permasalahan bangsa. Di antaranya rendahnya cinta tanah air dan budaya, radikalisme, hoax, intoleransi, narkoba, pengangguran sarjana. “Rendahnya kemampuan komunikasi lisan dan tertulis, berpikir kritis, percaya diri, dan lunturnya nilai-nilai kebaikan menjadikan Indonesia kurang kompetetif. Juga karena rendahnya English proficiency, Leadership, Organization, Communication, Higher Order Thinking, and IT skills.”
Karenanya, Intan mengajak mahasiswa untuk mampu berpikir kritis, problem solvers, menjadi warganegara yang mempunyai empati, toleran, moral, dan pengetahuan yang berguna bagi masyarakat serta memiliki wawasan kebangsaan dan bela negara. “Kontribusi para mahasiswa sangat diharapkan untuk menjadikan Indonesia lebih baik.”
Wagub DIY Paku Alam X menegaskan, mahasiswa merupakan generasi masa depan yang bertransformasi untuk perubahan yang unggul, kreatif, inovatif, yang tetap memegang teguh nilai budaya sebagai jatidiri bangsa.
“Jogjakarta tempat yang tepat untuk menggmbleng diri untuk menjadi generasi perubahan, karena Jogjakarta mempunyai keunikan tersendiri. Terutama pada saat mahasiswa mulai berinteraksi dengan warga sekitar,” tutur Paku Alam X.
Disiplin diri mahasiswa, lanjut Paku Alam X, hal yang penting untuk membentuk karakter karena karakter merupakan kepribadian khas yang berbudi luhur, beradat istiadat halus, serta berkesusilaan tinggi dalam kejujuran dan disiplin.
Jogjakarta motor bisnis kreatif yang kini berkembang pesat. Mulai dari bisnis online, desain grafis hingga soft capital. “Ke depannya diharapkan mahasiswa punya sense of entrepreneur mengikuti tantangan pertarungan global sehingga bisa berinovasi dan tidak bermindset menjadi karyawan melainkan menjadi pencipta lapangan kerja,” papar Paku Alam X.
Di hadapan lebih dari 5.000 mahasiswa baru, itu Rektor UNY Prof Dr Sutrisna Wibawa menyatakan, kegiatan ini bertujuan mempersiapkan mahasiswa baru belajar di perguruan tinggi di tengah era Masyarakat Ekonomi ASEAN sekarang ini yang penuh tantangan.
Mahasiswa baru UNY tahun 2017, tutur Sutrisna, ada dari 34 provinsi di Indonesia. Ini merupakan bukti UNY merupakan perguruan tinggi nasional. “Dengan Bhinneka Tunggal Ika dan semangat kebangsaan, para mahasiswa bisa menjadi generasi unggul,” tegasnya. (rul)

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan