Nasirun Pamerkan Koleksi Agung Tobing

BANTUL (jurnaljogja.com) – Perupa Nasirun menggelar pameran tunggal di Sportorium kompleks Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), 29 Mei-2 Juni 2016. Pameran bertajuk “Run: Embracing Diversity” kali ini merupakan perwujudan dari persahabatan dirinya sebagai seniman dengan salah seorang kolektornya, Agung Tobing yang banyak mengoleksi karya Nasirun.
Menurut kurator pemeran ini, Dr Suwarno Wisetrotomo MHum, pertemanan antara keduanya telah menjalin hubungan persahabatan selama 20 tahun. Dan, proyek seni ini menjadi salah satu pencapaian atas bentuk persahabatan tersebut. “Persahabatan selama 20 tahun itu tidak mudah. Ini sudah melampau pertemanan,” kata Suwarno.
Pameran tunggal kali ini merupakan pameran kolosal yang pernah dilakukan Nasirun selama perjalanan kesenimanannya sepanjang 23 tahun. Untuk mewujudkan pamerannya ini, Nasirun sendiri mengaku butuh  persiapan selama 2 tahun.
Kolektor Agung sendiri mengaku mulai berteman dengan Nasirun sejak 2096, dan sejak itu rutin mengoleksi karya lukisan seniman berambut gondrong tersebut. Apa yang dipamerkan Nasirun di gedung seluas 7.000 meter persegi itu kesemuanya koleksi Agung. “Ini hanya 30 persen karya Nasirun yang saya punya,” sebutnya.
Karya Nasirun yang dipamerkan ada berbagai medium, yakni lukisan di atas bodi mobil beragam merek sebanyak 26 karya, lukisan di atas meja dan kursi kayu ukuran besar (15 karya/meja), gerobak sapi (2 buah) yang di dalamnya terdapat puluhan patung dengan seragam tentara Cina, semuanya berwajah Nasirun.
Nasirun juga memanfaatkan perahu kayu kano bekas (13 buah) untuk dilukis dengan artistik. Lalu, patung kuda kayu (43 karya), helm tentara yang digunakan pada PD I dan II, masing-masing 110 helm di-install di atas kursi lama, yang telah dilukis abstak. Juga, karya instalasi 150 buah pagupon atau kandang burung merpati, menyerupai bentuk candi. (bam)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan