‘Nglathak’ Tak Harus Jauh Ke Imogiri

Klathak: Juru masak Iwan sedang meracik olahan daging kambing pesanan pengunjung di warung Sate Klathak Pak Je 2.

Klathak: Juru masak Iwan sedang meracik olahan daging kambing pesanan pengunjung di warung Sate Klathak Pak Je 2.

JOGJA – Berburu kuliner di Jogja kurang lengkap jika tidak menyantap sate klathak. Selama ini sate kambing yang rasanya gurih itu identik dengan Imogiri, Bantul, DIJ. Ya, sate klathak memang banyak ditemui di daerah kecamatan yang terletak kira-kira 10-15 kilometer tenggara kota Jogja itu.

Tapi wisatawan maupun para pelancong yang mampir ke kota Jogja, atau para penyuka klatak pada umumnya, kini tak perlu repot harus jauh-jauh ke Imogiri. Untuk nglathak alias menikmati sate klathak cukup berkendara dari Tugu Jogja ke utara sejauh 1,5 kilometer. Atau jika dari arah utara, pun cukup berkendara juga sejauh 1,5 kilometer dari Monumen Jogja Kembali. Lokasi persisnya bisa klik google map.

Seorang pengusaha muda, Agus Bambang Gunawan, yang memiliki inisiatif ‘mengusung’ klathak ke utara Tugu Jogja atau selatan Monumen Jogja Kembali itu. Ia menyulap sebagian dari kediamannya di Blunyah Gedhe, tepatnya di sebelah RS Sakinah Idaman, menjadi warung klathak yang siap menerima ‘pehobi’ sate kambing dengan bumbu garam dan bawang putih tersebut.

“Tidak ada konsep yang muluk-muluk. Saya hanya ingin agar para penikmat sate klathak tak usah jauh-jauh ke selatan atau ke tenggara kota. Cukup ke sini. Tak jauh dari Tugu maupun Monumen Jogja Kembali, para penyuka klathak sudah bisa menikmati sate serta olahan daging kambing muda lainnya dengan citarasa yang sama persis dengan yang di Imogiri. Bahkan saya menjamin, lebih lezat dengan yang di Imogiri,” ujar Gunawan setengah berpromosi.

Ditemui di warungnya, Gunawan berani menjamin citarasa di warungnya sama atau bahkan lebih enak dari yang di Imogiri karena ia memang memboyong ‘chef’ yang sudah bertahun-tahun menjadi juru masak di warung klathak ‘Pak Je Je’ yang selama ini buka di perempatan Jombor, Sleman. Karena itu, warungnya ia namai ‘Sate Klathak Pak Je 2’.

“Sama seperti warung klathak lainnya, kami menyediakan aneka menu olahan daging kambing muda. Mulai dari sate klathak, sate goreng, gulai kambing, tongseng daging, tongseng kepala, kicik, thengkleng, hingga nasi goreng kambing,” tutur Gunawan lebih jauh.

Meski tak jauh dari kota, tapi Gunawan yang juga memiliki usaha cuci mobil dan sepedamotor, itu sengaja memoles bangunan limasan lawasan dengan gebyog atau dinding kayu untuk difungsikan sebagai warung klathaknya. Suasana pun menjadi adem sehingga pengunjung pun akan nyaman saat menyantap aneka olahan daging kambing muda yang tersedia.

“Enak. Dagingnya empuk. Rasa masakannya, apapun menunya, juga lezat. Meski rasa daging kambingnya sangat terasa tapi tak ada bau prengusnya sama sekali,” ungkap salah seorang pengunjung, Sekar, yang datang berombongan bersama rekan sekantornya khusus untuk makan siang sekaligus mencicipi klathak di warung itu.

Sang juru masak, Iwan, hanya tersenyum ketika mendengar komentar salah seorang pengunjung tersebut. “Kepuasan pengunjung memang kami utamakan. Kualitas rasa juga kami nomor satukan. Pantang memasak daging yang tidak lagi segar. Daging yang tidak habis hari ini, tidak kami masak lagi. Jadi, setiap hari pasti kami menggunakn daging baru yang masih segar,” katanya.

Jadi, mengapa harus nglathak jauh-jauh ke Imogiri jika yang dekat saja tersedia. Warung Sate Klathak Pak Je 2 buka setiap hari pukul 10.00 – 22.00 WIB. Kecuali Jumat buka pukul 13.00 – 22.00 WIB. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan