Ngopi Bareng KAI Libatkan Petani Delapan Provinsi

Ngopi Bareng: (dari kanan) Dirut KAI Edi Sukmoro, Komisaris KAI Suhono HS, dan Cita Citata mencoba meracik kopi pada gelaran Ngopi Bareng KAI, di Loko Cafe, Stasiun Tugu, Jogjakarta, Senin (10/9) malam.

Ngopi Bareng: (dari kanan) Dirut KAI Edi Sukmoro, Komisaris KAI Suhono HS, dan Cita Citata mencoba meracik kopi pada gelaran Ngopi Bareng KAI, di Loko Cafe, Stasiun Tugu, Jogjakarta, Senin (10/9) malam.

JOGJA – Untuk kali kedua PT KAI (Kereta Api Indonesia) menggelar ngopi bareng dengan membagikan gratis tak kurang dari 50.000 cup kopi, di 15 stasiun besar di Jawa. Kegiatan memperingati HUT ke-73 Kereta Api itu melibatkan tak kurang dari 72 petani kopi di tujuh provinsi dengan luas ladang 8.492 hektare. Pun, membuahkan apresiasi dari MURI (Museum Rekor Indonesia).

“Melalui kegiatan ini kami mengharapkan masyarakat semakin mencintai kopi lokal yang tak kalah dengan kopi luar negeri. Juga memberdayakan petani kopi kita sehingga mereka lebih sejahtera,” ungkap Dirut PT KAI, Edi Sukmoro, di sela festival Ngopi Bareng KAI #2, di Stasiun KA Tugu Jogjakarta, Senin (10/9) malam.

Indonesia, lanjut Edi, memiliki kopi Aceh, Toraja, Lampung, dan lain-lain yang kesemuanya itu sangat enak. “Kami ingin kopi-kopi itu bisa diekspor sehingga perkopian di Indonesia bisa maju. Ujung-ujungnya masyarakat menjadi sejahtera,” tandasnya di hadapan segenap pengunjung maupun sejumlah tamu undangan yang berada di Loko Cafe Jogjakarta itu.

Mengangkat tagline Ngopi Bareng KAI #2 – Enjoy Your Journey with Indonesian Coffee dan menggandeng Komunitas Kopi Nusantara, perhelatan itu dilangsunhgkan dua hari, 10-11 September 2018. Festival di Stasiun Tugu Jogjakarta pun bertambah meriah dengan kehadiran artis dangdut Cita Citata. Hadir pula Komisaris PT KAI Prof Suhono H Supangkat, Wakil Ketua DPRD DIY Arief Noor Hartanto, serta sejumlah tamu undangan.

Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Eko Budianto menjelaskan, masyarakat dan pengguna jasa kereta api dapat menikmati kopi gratis yang disiapkan sebanyak 50.000 cup di 15 stasiun di 12 kota dan di 36 nama kereta api. Masing-masing stasiun Gambir, Pasar Senen, Bandung, Cirebon, Tegal, Purwokerto, Semarang Tawang, Semarang Poncol, Solo Balapan, Yogyakarta, Surabaya Gubeng, Surabaya Pasar Turi, Madiun, Malang, dan Jember.

“Banyaknya jumlah kopi yang disajikan untuk masyarakat mendapatkan apresiasi dari MURI dengan predikat sebagai pemrakarsa dan penyelenggaraan pembagian kopi terbanyak di kereta api dan stasiun,” tutur Eko serata menyatakan, PT KAI merangkul 200 barista lokal profesional yang akan meramu dan menyuguhkan kopi gratis tersebut.

Pada perhelatan tersebut, PT KAI melibatkan 72 petani kopi dengan luas ladang 8.492 hektare yang tersebar di delapan provinsi, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Lampung. Melibatkan pula 40 roastry dari kedelapan provinsi tersebut untuk menciptakan rasa pada kopi yang diseduh barista.

Selain menghadirkan kopi untuk minuman konsumsi, berupa biji mentah maupun siap saji, KAI juga mengajak para petani atau produsen kopi serta pelaku industri kreatif di sektor kopi untuk memperkenalkan produk mereka. Antara lain, berupa green bean, roast bean, kopi bubuk, cold brew, alat untuk meracik kopi, menyangrai kopi, hingga aksesoris berbahan biji kopi. “Melibatkan dua puluh pelaku industri kreatif di sektor kopi dari beberapa daerah,” tandas Eko. (rul).

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan