Obesitas Juga Menyerang Remaja

 

IMG_20160826_160716

Bambang Sugiharto/Jurnal Jogja

    Obesitas merupakan epidemik global yang dikategorikan sebagai penyakit oleh World HealthOrganization (WHO). Banyak kandungan alami yang disediakan alam disebutnya bermanfaat untuk menurunkan berat badan.
 JOGJA (jurnaljogja.com) – Kementerian Kesehatan merilis, angka obesitas di Indonesia cenderung meningkat dalam satu dekade terakhir. Pada tahun 2007 masih 15% kaum perempuan di Indonesia yang  menderita obesitas, namun saat ini meningkat tajam hingga 35%. Obesitas ternyata juga menyerang remaja, yang mana 10% remaja di Indonesia mengalami masalah dalam pengelolaan berat badan. WHO mengategorikan obesitas sebagai penyakit yang telah menjadi endemik di seluruh dunia.
   Terkait dengan data di atas, Amway Indonesia melalui BodyKey by Nutrilite menggelar diskusi mengusung tema “Bye Bye Lemah”mengundang pembicara seorang peneliti dan ahli nutrisi terkemuka Amway Global, Jina Hong, PhD di Amway Flagship Store, Kota Kasablanka, Jakarta, baru-baru ini.
    Head of Marketing Amway Indonesia, Dharmaparayana Sthirabudhi menilai, pola makan yang benar masih sedikit sekali dipahami masyarakat Indonesia, baik di perkotaan maupun perdesaan. Hal penting bagi masyarakat ketika makan masih sekadar kenyang, padahal polamakan yang salah dapat berakibat buruk terhadap kesehatan. Tingginya angka obesitas, penderita penyakit jantung, hipertensi di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir merupakan tolak ukur yang jelas terhadap rendahnya edukasi dan pemahaman masyarakat akan pola makan yang benar dan seimbang. Olehsebab itu, Amway Indonesia melalui BodyKey by Nutrilite secara berkesinambungan mengedukasi masyarakat dengan memberikan informasi dan produk-produk tepat guna yang bermanfaat bagi masyarakat sebagai bentuk kepedulian Amway Indonesia akan generasi Indonesia yang sehat.
    Jina Hong yang merupakan PhD dibidang nutrisi dari Universitas Princeton, Amerika Serikat mengingatkan, kelebihan berat badan yang bersumber dari lemak merupakan sumber dari penyakit serius,apabila tidak dikelola secara benar. Obesitas mengakibatkan tidak seimbangnya hormon dan meningkatnya asam lemak bebas. Ketidakseimbangan hormon bisa memicu tumor, sedangkan asam lemak bebas dapat memicu hipertensi, diabetes dan gangguan kardiovaskular yang berakibat terganggunya kinerja jantung dan tersumbatnya pembuluh darah. “Untukmelawan obesitas diperlukan pengelolaan berat badan. Sederhananya, pengelolaan berat badan ideal berarti jumlah makanan yang masuk seimbang dengan energi yang kita keluarkan,” ujarnya.
   Dewasa ini, lanjut Jina Hong, pengelolaan berat badan tidak sesederhana itu. Sehingga diperlukan strategi, di antaranya dengan mengurangi konsumsi karbohidrat dan sebisa mungkin mengonsumsi makanan rendah lemak. Strategi lain yang bisa diterapkan adalah dengan teratur sarapan. “Sarapan secara teratur ternyata berdampak positif dalam jangka panjang,” jelasnya.
     Selain hal di atas, terdapat beberapa kandungan yang banyak tersedia dalam makanan keseharian kita yangbermanfaat untuk mengelola berat badan. Di antaranya disebutkan teh hijau, teh oolong, dan teh hitam. “Ekstrak tehhijau ternyata sangat bermanfaat untuk mengurangi lemak di daerah pinggang. Kandungan utama yang berperan dalam pembakaran lemak adalah zat aktif polifenol, berupa molekul Epigallocatechingallate (EGCG),” sebutnya.
  Molekul EGCG bersifat water soluble (larut air) sehingga sulit untuk diserapmembran usus (kaya lemak). Oleh sebabitu, untuk memudahkan molekul EGCG agar lebih efektif membakar lemak diperlukan teknologi yang dinamakan Phytosome, yang akan mengikat EGCG, sehingga mudah terserap di usus. Kandungan aktif lainnya yang dapat membakar lemak pada rumput laut coklat (brown seaweed) yang kaya akan kandungan fucoxanthine, kacang putih atau white kidney beans, dan kacang kedelai.   Menurutnya, pengelolaan berat badan harus dilakukan secara holistik. Tahap awal yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan pola makan yang benar, mengerti tentang kandungan makanan dan minuman yangbermanfaat bagi tubuh, berolahraga secara teratur, mengonsumsi tambahan suplemen yang berbahan alami. Dan,juga menetapkan tujuan atau goal yang dapat dicapai secara realistis. (bam)

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan