Organisasi Mahasiswa Desak Pemerintah Bubarkan Ormas Penentang Pancasila

 IMG_20170119_222859
JAKARTA (jurnaljogja.com) – Mahasiswa Indonesia mendesak pemerintah untuk membubarkan organisasi kemasyarakatan (Ormas) yang bertentangan dengan Pancasila. Selain itu mendukung pihak kepolisian untuk menuntaskan proses hukum dugaan pelanggaran hukum yang diduga dilakukan M. Rizieq Shihab.
 
Demikian butir pernyataan sikap organisasi-organisasi kemahasiswaan, yakni PMII, GMNI, GMKI, PMKRI, HIKMAHBUDHI, dan KMHDI  yang disampaikan melalui konferensi persnya di Jakarta, Kamis (19/1).
 
“Pernyataan sikap ini penting kami lakukan sebagai bentuk keprihatinan terhadap situasi bangsa saat ini. Kami tidak menghendaki adanya upaya-upaya yang merusak kebhinnekaan dan nilai-nilai Pancasila,” tegas juru bicara Kaka khanifah didampingi Angelo Wake Kako (PMKRI), Abdul Haris Wally (Sekjend PMII), Chrisman Damanik (GMNI), Sahat Sinurat (GMKI), Sugiaratna(HIKMAHBUDI) dan Putu Wiratyana (KMHDI).
 
Butir lain pernyataan sikap organisasi mahasiswa ini meminta pada pemerintah melalui aparat penegak hukum untuk menindak tegas para pelaku tindakan intoleran yang menganggu kedamaian kehidupan berbangsa dan bernegara, seperti kasus bom di Samarinda dan pembubaran ibadah di Sabuga, Bandung.
 
Selain itu diserukan kepada seluruh anak bangsa untuk bersatu menjaga kedamaian dan keutuhan NKRI berdasarkan Pancasila. Juga  minta agar pemerintah menjaga marwah negara dan mempercepat terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. “Kelima poin ini kami harap segera ditindaklanjuti agar tercipta situasi yang lebih baik di NKRI karena sudah tidak ada tempat bagi tindakan-tindakan intoleran dan mengganggu rasa damai,” katanya. (*/bam)

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan