Pakar Belanda Berbagi Wawasan Soal Keretaapi

Keretaapi: Rektor UGM Panut Mulyono (paling kanan) menandatangani nota kesepahaman kerjasama pengembangan tridharma perguruan tinggi di bidang teknologi perkeretaapian nasional dengan MASKA, PT Inka (Persero), PT LEN Industri (Persero), dan PT Adhi Karya.

Keretaapi: Rektor UGM Panut Mulyono (paling kanan) menandatangani nota kesepahaman kerjasama pengembangan tridharma perguruan tinggi di bidang teknologi perkeretaapian nasional dengan MASKA, PT Inka (Persero), PT LEN Industri (Persero), dan PT Adhi Karya.

JOGJA – Tiga orang pakar asal Belanda menyambangi beberapa universitas di beberapa kota di Indonesia untuk berbagi wawasan, pengetahuan, sekaligus pengalaman terkait dengan perkeretaapian. Hal itu sejalan dengan pemerintahan Jokowi yang saat ini sedang memberikan prioritas pembangunan terutama pembangunan berbagai infrastruktur, di antaranya infrastruktur perkeretaapian.

Indonesia Transportation Forum (ITF), organisasi yang menghimpun beberapa pakar yang berpengalaman puluhan tahun dalam bidang perkeretaapian dan sistem transportasi umum berbasis jalan rel di Belanda, yang kemudian menginisiasi kuliah umum di beberapa universitas di Indonesia. “Anggota ITF sangat peduli dengan perkembangan perkeretaapian di Indonesia. Mereka siap berbagi pengalaman dan pengetahuan dengan rekan-rekannya di Indonesia melalui kegiatan kuliah umum,” ujar Ketua ITF, Widoyoko, di kampus UGM, Rabu (28/3).

Selain pulau Jawa dan Sumatera, infrastruktur perkeretaapian saat ini juga sedang dan akan dibangun di pulau besar lainnya seperti Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Sedangkan infrastruktur perkeretaapian yang sudah ada juga akan ditambah dan ditingkatkan kapasitas angkutnya. Selanjutnya di kota-kota besar dikembangkan pula transportasi umum barbasis jalan rel yang baru, seperti MRT dan LRT.

“Pembangunan infrastruktur perkeretaapian perlu dilanjutkan dengan program pemeliharaan infratruktur yang baik dan modern untuk menjaga keselamatan, keandalan dan kesiapan infratruktur tersebut, agar tetap dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk melayani kepentingan masyarakat umum maupun dunia usaha,” tutur Widoyoko kemudian.

Negeri Belanda termasuk salah satu negara yang memiliki sistem perkeretaapian modern di dunia dan memiliki tingkat keselamatan serta kenyamanan yang tinggi. Untuk meningkatkan kinerja, ada baiknya perkeretaapian Indonesia menimba pengalaman dari perkeretaapian Belanda. “Terlebih antara Indonesia dan Belanda memiliki hubungan historis yang sudah berlangsung cukup lama,” tandas Widoyoko.

Kuliah umum di antaranya betujuan memberikan pengetahuan dasar dan wawasan tentang perkeretaapian modern yang secara umum telah diterapkan di negeri Belanda maupun Eropa, memberikan ide-ide dan masukan hal-hal apa saja yang mungkin diterapkan atau disesuaikan pada kondisi perkeretaapian di Indonesia, serta mempererat kerjasama, pertukaran pikiran dan pengalaman antara pakar dan profesional bidang perkeretaapian antara Indonesia dan Belanda.

ITF telah mensosialisasikan program kuliah umum tersebut kepada organisasi sejenis, MASKA (Masyarakat Perkeretaapian Indonesia) dan mendapat sambutan positif. ITF dan MASKA kemudian sepakat menyelenggarakan kuliah umum pada 26 – 30 Maret 2018. Sekaligus sebagai kelanjutan dari acara RailTech Indonesia, di Jakarta, 22 – 24 Maret 2018.

Kuliah umum di perguruan-perguruan tinggi terkemuka di kota-kota seperti Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Madiun, dan Surabaya melibatkan UI, STTD, Universitas Mercu Buana, Universitas Trisakti, ITB, Universitas Pajajaran, Universitas Parahyangan, UGM, UMJ, API, ITS, Universitas Brawijaya. Juga pihak terkait dari DJKA maupun PT KA.

Topik kuliah umum berkaitan dengan infrastruktur perkeretaapian dan teknologi transportasi umum berbasis jalan rel. Masing-masing Modern Track Maintenance oleh John Echter, Track Inspection and Sertification oleh Peter Lagendijk, dan Light Rail Technology oleh Leo Haring.

Sesaat sebelum kuliah umum dimulai, Rektor UGM Prof Ir Panut Mulyono MEng DEng menandatangani nota kesepahaman kerjasama pengembangan tridharma perguruan tinggi di bidang teknologi perkeretaapian nasional dengan MASKA, PT Industri Kereta Api (Persero), PT LEN Industri (Persero), dan PT Adhi Karya.

Ketua MASKA Ir Hermanto Dwiatmoko MSTr IPU mengemukakan, kerjasama itu turut membuka kesempatan bagi dosen serta mahasiswa UGM untuk melakukan penelitian di industri terkait. Juga mendatangkan para pakar untuk memberikan kuliah umum di kampus. “Karena itu kami mengharapkan kerjasama akan dapat terlaksana dengan baik dan lancar, serta dapat memberikan kemanfaatan bagi semua pihak yang terlibat,” tegasnya. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan