Pameran Pendidikan Buka Akses Studi Luar Negeri

JOGJA - Setiap generasi memiliki hak yang sama untuk memilih dan mencari pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan serta keinginannya. Termasuk melanjutkan studi ke luar negeri. Pameran pendidikan, IIEF (Indonesia International Education Fair), yang digelar di kampus UMY (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta), Jumat (9/3), membuka akses secara luas bagi pengunjung memperoleh informasi mengenai pendidikan tinggi di dalam dan luar negeri. Koordinator acara, Puguh Prasetyo mengemukakan, pameran beasiswa dan pendidikan tinggi internasional itu digelar oleh PPI Dunia (Persatuan Pelajar Indonesia se Dunia) bekerjasama dengan UMY dan berkolaborasi dengan IGEN (Indonesia Global Education Network), start up yang berkomitmen mengembangkan jaringan dan akses terhadap beasiswa dan perguruan tinggi terbaik di seluruh dunia. Acara bertema Mendayagunakan Kapasitas Sumber Daya Manusia, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sebagai Akselerasi Pembangunan Menuju Indonesia Emas Tahun 2045 itu diisi antara lain coaching clinic, inspirational talkshow, serta English test dan workshop (IELTS - TOEIC - TOEFL) dengan narasumber berkualitas dan berpengalaman di bidangnya. Peserta pameran meliputi institusi pendidikan lebih dari 17 negara, beberapa institusi penyedia beasiswa, lembaga bahasa, serta partisipasi lebih dari 50 exhibitior representatif. "Acara ini untuk mematangkan persiapan bagi yang merencanakan studi dan para pencari beasiswa," ujar Puguh seraya menyatakan, sebanyak 9.500 orang pengunjung sudah mendaftar dan teregister. Salah seorang pengunjung, Nur Ayu Diana lulusan S-1 dan S-2 ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) Surabaya mengaku sengaja mengunjungi pameran untuk mencari informasi beasiswa pendidikan ke luar negeri, termasuk dengan beaya hidupnya. "Australia, misalnya. Beayanya hidup di sana mahal. Saya mau mencari beasiswa program doktoral yang include dengan living cost," ungkapnya. Nur Ayu barangkali tidak keliru karena IIEF kali ini diikuti universitas ternama dari berbagai negara. Misal, Osaka University dan Waseda University Jepang, Lingnan University Hongkong, Prince of Songkia University Thailand, Tomsk State University Rusia. Dari Australia tercatat Australian Awards, University of Adelaida, James Cook University, TIQ Victoria University, Australian National University, maupun University of Newcastle. Ada pula University of Auckland Selandia Baru, George Washington University Amerika Serikat, serta University Alberta International Kanada. Tak ketinggalan, sejumlah universitas papan atas asal Inggris, Irlandia, Italia, Dublin, Prancis, Swedia, Belanda, Jerman, dan Taiwan. Sejumlah perguruan tinggi papan atas dalam negeri pun ikut berpameran. Seperti, UMY selaku tuan rumah, UNY (Universitas Negeri Yogyakarta), IPB (Institut Pertanian Bogor). (rul)

 

JOGJA – Setiap generasi memiliki hak yang sama untuk memilih dan mencari pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan serta keinginannya. Termasuk melanjutkan studi ke luar negeri. Pameran pendidikan, IIEF (Indonesia International Education Fair), yang digelar di kampus UMY (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta), Jumat (9/3), membuka akses secara luas bagi pengunjung memperoleh informasi mengenai pendidikan tinggi di dalam dan luar negeri.

Koordinator acara, Puguh Prasetyo mengemukakan, pameran beasiswa dan pendidikan tinggi internasional itu digelar oleh PPI Dunia (Persatuan Pelajar Indonesia se Dunia) bekerjasama dengan UMY dan berkolaborasi dengan IGEN (Indonesia Global Education Network), start up yang berkomitmen mengembangkan jaringan dan akses terhadap beasiswa dan perguruan tinggi terbaik di seluruh dunia.

Acara bertema Mendayagunakan Kapasitas Sumber Daya Manusia, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sebagai Akselerasi Pembangunan Menuju Indonesia Emas Tahun 2045 itu diisi antara lain coaching clinic, inspirational talkshow, serta English test dan workshop (IELTS – TOEIC – TOEFL) dengan narasumber berkualitas dan berpengalaman di bidangnya.

Peserta pameran meliputi institusi pendidikan lebih dari 17 negara, beberapa institusi penyedia beasiswa, lembaga bahasa, serta partisipasi lebih dari 50 exhibitior representatif. “Acara ini untuk mematangkan persiapan bagi yang merencanakan studi dan para pencari beasiswa,” ujar Puguh seraya menyatakan, sebanyak 9.500 orang pengunjung sudah mendaftar dan teregister.

Salah seorang pengunjung, Nur Ayu Diana lulusan S-1 dan S-2 ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) Surabaya mengaku sengaja mengunjungi pameran untuk mencari informasi beasiswa pendidikan ke luar negeri, termasuk dengan beaya hidupnya. “Australia, misalnya. Beayanya hidup di sana mahal. Saya mau mencari beasiswa program doktoral yang include dengan living cost,” ungkapnya.

Nur Ayu barangkali tidak keliru karena IIEF kali ini diikuti universitas ternama dari berbagai negara. Misal, Osaka University dan Waseda University Jepang, Lingnan University Hongkong, Prince of Songkia University Thailand, Tomsk State University Rusia. Dari Australia tercatat Australian Awards, University of Adelaida, James Cook University, TIQ Victoria University, Australian National University, maupun University of Newcastle.

Ada pula University of Auckland Selandia Baru, George Washington University Amerika Serikat, serta University Alberta International Kanada. Tak ketinggalan, sejumlah universitas papan atas asal Inggris, Irlandia, Italia, Dublin, Prancis, Swedia, Belanda, Jerman, dan Taiwan. Sejumlah perguruan tinggi papan atas dalam negeri pun ikut berpameran. Seperti, UMY selaku tuan rumah, UNY (Universitas Negeri Yogyakarta), IPB (Institut Pertanian Bogor). (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan