Pancasila Tak Butuh Sengkuni

aksi pancasila
JOGJA – Ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Yogyakarta menggelar aksi kebangsaan memperingati Hari Pancasila, di pelataran parkir stadion Mandala Krida Jogjakarta, Jumat (1/6). Massa yang berasal dari berbagai elemen, mulai dari tokoh partai politik, anggota legislatif, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga mahasiswa, dan lain-lain itu juga membacakan ikrar Jogja Benteng Pancasila.

“Hari ini kita patut bersyukur masih memiliki satu semangat. Berbangga pada founding father yang telah melahirkan pondasi kenegaraan yakni Pancasila. Tanpa Pancasila, kita pasti pecah. Pancasila juga tidak butuh pengkhianat. Tidak butuh Sengkuni. Kita butuh pemimpin untuk meneguhkan, karena aktualisasi Pancasila tak lain adalah kerja, kerja, kerja,” seru tokoh muda Muhammadiyah, Achmad Makruf, yang disambut yel-yel ‘Hidup Pancasila’ oleh ribuan massa yang hadir.

Koordinator Aliansi Masyarakat Yogyakarta, Imam Priyono mengaku bersyukur aksi membela sekaligus menegakkan Pancasila berlangsung lancar dan aman meski dihadiri ribuan massa yang sebagian besar anak-anak muda. “Saya juga ikut bangga dengan ikrar yang dibacakan dan adanya keinginan ribuan massa untuk menjadikan Jogja Benteng Pancasila,” ujar mantan Wakil Walikota Jogjakarta asal PDI Perjuangan itu.

Ikrar tersebut, antara lain menyebutkan, janji setia untuk menjaga, melestarikan, membumikan, melaksanakan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menggelorakan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945, dan NKRI dalam setiap tarikan nafas kehidupan sehari-hari guna mewujudkan kehidupan masyarakat yang saling menghormati, saling mencintai.

Berani melawan segala bentuk intoleransi, radikalisme, penyebar hoax, penebar fitnah, pemecah belah bangsa, dan terorisme. Menolak ideologi yang bertentangan dengan Pancasila maupun melawan pihak-pihak yang berupaya mengganti Pancasila. Serta berkomitmen mewujudkan demokrasi Pancasila yang menjunjung tinggi harkat, martabat dan kehormatan rakyat dengan melawan segala bentuk hoax, fitnah, ujaran kebencian, dan politik uang.

Ketua Komisi A DPRD DIJ, Eko Suwanto menyatakan kehadiran ribuan orang yang bersama membacakan ikrar memiliki harapan besar untuk mewujudkan Pancasila sebagai dasar negara, sebagai pedoman dalam menyelenggarakan kehidupan berbangsa dan bernegara, sebagai pemersatu bangsa Indonesia.

“Atas berkat rahmat Allah, kita bangsa Indonesia bersyukur mendapatkan anugerah Pancasila sebagai dasar negara. Adanya janji setia menjaga, melestarikan, membumikan melaksanakan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tentu sangat positif memantapkan pemahaman kebangsaan, membawa persatuan Indonesia,” tegas Eko.

Pada kesempatan itu, tampil pula perwakilan dari Nahdlathul Ulama yang diwakili Wakil Sekretaris PWNU DIJ H Mashuri, seniman, serta aktivis pelajar pemuda dan mahasiswa. “Semua elemen bangsa sudah semestinya bersyukur. Adanya ragam perbedaan di bumi Indonesia wajib disyukuri. Betapa indahnya kekayaan budaya di Indonesia. Rakyat Jogja dan Indonesia siap menjaga dan menjalankan nilai-nila Pancasila. Mari nikmati keindahan Pancasila,” ajak Eko yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan DIJ itu. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan