Pariwisata Dunia Sudah Berubah

Kuliah Umum: Dubes RI untuk Rusia, H M Wahid Supriyadi (berdiri) saat menyampaikan kuliah umum, di kampus Stipram Jogjakarta, Senin (5/11).

Kuliah Umum: Dubes RI untuk Rusia, H M Wahid Supriyadi (berdiri) saat menyampaikan kuliah umum, di kampus Stipram Jogjakarta, Senin (5/11).

JOGJA – Fenomena pariwisata dunia ternyata kini sudah berubah. Negara-negara yang dulu tertutup, seperti Rusia, Tiongkok, bahkan Korea kini sudah mulai terbuka. Masyarakatnya pun begitu. Sudah mulai terbuka dan suka melancong. Kita harus mampu mengantisipasi perubahan fenomena tersebut, sekaligus mampu menangkap peluang yang kemungkinan juga terbuka lebar.

“Guna meyakinkan fenomena tersebut, kami sengaja mengundang Duta Besar Indonesia untuk Rusia, untuk menyampaikan kuliah umum,” ujar Ketua Stipram (Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo) Jogjakarta, Suhendroyono SH MM MPar CHE, di kampus setempat, Senin (5/11).

Selain ingin mengetahui kondisi pariwisata Rusia, Stipram juga ingin mengetahui kondisi pendidikan tinggi di negeri yang dulu terkenal dengan sebutan Negeri Tirai Besi itu. “Sebagai perguruan tinggi, kami Ingin menjajaki kemungkinan kerjasama dengan perguruan tinggi asal Rusia,” ujar Suhendroyono.

Sebenarnya sudah dua tahun belakangan Stipram mulai melirik dan ingin bekerjasama dengan beberapa perguruan tinggi asal Rusia. “Baru saat ini kemudian kami bisa menghadirkan duta besar sehingga semakin meyakinkan kami untuk menjalin kerjasama lebih lanjut,” tutur Suhendroyono.

Ada beberapa pola kerjasama yang kemungkinan bisa dilakukan. Pertama bisa dimulai dengan pertukaran mahasiswa. Berikutnya pertukaran dosen. “Pola yang lain, melakukan joint degree. Dengan kuliah tambahan selama dua semester, mahasiswa nantinya bisa memperoleh dua ijazah,” papar Suhendroyono.

Sebelumnya, di hadapan mahasiswa dan beberapa dosen Stipram, Dubes RI untuk Rusia, H M Wahid Supriyadi mengajak, mahasiswa maupun dosen untuk studi lanjut ke Rusia. “Dibandingkan dengan perguruan tinggi negara-negara Eropa lainnya, biaya kuliah di Rusia jauh lebih murah,” katanya.

Bukan hanya biaya kuliah, biaya hidup di Rusia juga lebih rendah ketimbang negara-negara Eropa lainnya. “Yang menggembirakan, kualitas perguruan tinggi di Rusia tidak kalah dengan perguruan tinggi Eropa lainnya. Rusia sangat bagus untuk bidang engineering, teknologi informasi, maupun bidang lain,” ujar Wahid kemudian.

Sayangnya, selama ini perguruan tinggi di Rusia masih sangat kurang melakukan promosi. “Secara sendiri-sendiri, mereka memang sudah promosi. Tapi untuk ekspo pendidikan yang melibatkan seluruh perguruan tinggi Rusia, belum pernah dilakukan. Karena itu kami sedang merancang kemungkinan untuk itu, agar mereka menggelar pameran ke Indonesia,” tandas Wahid. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan