Pasar Mebel Dunia Terbuka Lebar

 

IMG_20160826_195818

Anggoro Rulianto/Jurnal Jogja

JOGJA – Sektor industri mebel dan kerajinan nasional merupakan salah satu industri penghasil devisa negara. Pada 2015 ekspor mebel Indonesia tercatat 1,902 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Peluang meningkatkan pasar mebel di pasar dunia pun masih cukup besar.

Pasar dunia mebel saat ini mencapai sekitar 141 miliar dolar AS, sementara Indonesia baru berkontribusi sekitar 2 miliar dolar AS. Sedangkan Vietnam sudah mencapai sekitar 6,8 miliar dolar AS.
“Optimis Indonesia dapat meningkatkan ekspor mengingat Indonesia mempunyai potensi hutan produksi yang cukup luas dan memiliki SDM melimpah, serta adanya sentra-sentra produksi mebel dan kerajinan yang tersebar di seluruh Indonesia,” ungkap Sekjen HIMKI (Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia) Pusat, Yogi Anindya Putra, di sela Rakerda DPD HIMKI DIJ, di Hotel Sahid Jaya, Jogjakarta, Kamis (25/8).
Promosi dan pameran, lanjut Yogi, menjadi salah satu kegiatan yang dapat meningkatkan nilai ekspor mebel dan kerajinan. Untuk itu, HIMKI secara kontinyu akan menyelenggarakan pameran produk mebel dan kerajinan Indonesia bertaraf internasional di dalam negeri minimal dua kali dalam setahun.
Pameran bertaraf internasional memiliki peran penting dalam meningkatkan nilai ekspor. Pameran terbesar di kawasan Asean, perhelatan Indonesia International Furniture Expo (IFEX) yang merupakan pameran mebel dan kerajinan B2B (business to business) terbesar di Indonesia dan kawasan regional akan digelar kembali di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, 11-14 Maret 2017.
IFEX merupakan pameran yang diselenggarakan oleh HIMKI bekerjasama dengan PT Dyandra Promosindo, serta didukung Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, serta Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup.
“IFEX merupakan pameran yang menghadirkan hampir seluruh pelaku utama indutri mebel dan kerajinan Indonesia dan menjadi salah satu program unggulan HIMKI untuk menunjukkan kepada dunia internasional mengenal perkembangan produk mebel dan kerajinan di Indonesia,” jelas Yogi.
Melalui pameran para peserta dipertemukan dengan ribuan buyers, distributor, serta agen dari berbagai belahan dunia mulai dari Eropa, Timur Tengah, dan Amerika Serikat. “Termasuk di antara peserta, berasal dari Jogja dengan jumlah sekitar lima puluh perusahaan,” papar Yogi.
Selain karya-karya yang ditampilkan, salah satu keunikan pada lFEX 2016 lalu adalah hadirnya Hall of Excellence di Hall C yang merupakan hall pameran dengan perusahaan peserta pameran yang dikurasi. “Menampilkan produk-produk berkualitas dan bernilai tambah tinggi, Hall of Excellence berisi perusahaan-perusahaan menengah besar dengan produk berkualitas terbaik, inovatif dengan desain terkini,” tutur Yogi kemudian. (rul)

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan