Pasca Musibah Angin Kencang, GL Zoo Mulai Reboisasi

JOGJA (jurnaljogja) – Manajemen Gembira Loka Zoo (GL Zoo) Jogjakarta menggelar peringatan 40 hari musibah angin kencang yang mengakibatkan meninggalnya dua korban jiwa dan sejumlah korban luka-luka karena tertimpa pohon randu alas di pintu keluar kebun binatang setempat, Minggu (8/5). Pada hari bersamaan juga dimulai program reboisasi dengan penanaman secara simbolik pohon keben, asem jawa dan kesambi atau kosambi.

Penanaman tiga jenis pohon perindang tersebut dilakukan KGPAA Paku Alam X, Ketua Yayasan GBPH Yudhaningrat dan Direktur Utama GL Zoo KMT A. Tirtodiprojo (Joko). Dalam kesempatan itu juga diserahkan bantuan peralatan bagi perwakilan komunitas relawan.

Gusti Yudha menyampaikan, peristiwa yang terjadi 40 hari lalu tersebut bisa menjadi pelajaran bagi GL Zoo. Terutama bagaimana merawat pepohonan di kompleks GL Zoo. Maka hari itu dilakukan doa bersama untuk korban meninggal, luka-luka dan keselamatan bagi semuanya.

Sementara Dirut GL Zoo, Joko menjelaskan, dua jenis pohon yang ditanam yakni pohon keben dan kesambi memiliki pertumbuhan cepat. Sementara satu lainnya, yaitu pohon asem jawa tumbuh lebih lambat. Untuk itu pohon asem jawa ditanam dengan letak diapit antara pohon kesambi kesambi dan keben yang tumbuh lebih cepat.

Diungkapkan, peristiwa angin kencang pada 30 Maret lalu setidaknya merobohkan 195 pohon dan mematahkan dahan 40 pohon perindang di kompleks GL Zoo. Karena itu, pihak manajemen kebun raya tersebut kini selektif dalam memilih jenis pohon yang ditanam. “Pohon yang akan ditanam dipilih yang tidak berdaun lebar, harus berakar tunggang, dan kanopinya bisa membuat rindang,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Joko, teknik penanaman juga menjadi perhatian serius. Di mana tanah tempat pohon di tanam, tidak hanya digali, tetapi juga diberi tanah baru karena unsur hara pada tanah lama sudah tidak cukup baik. Menurutnya, sudah saatnya mulai memilah bagaimana menanam pohon dengan baik dan merawatnya. Dengan demikian diharapkan akan terhindar dari bencana pohon tumbang. “Peristiwa 40 hari lalu jadi pelajaran sangat berharga bagaimana bersinergi dengan alam,” katanya.

Joko menjelaskan, secara keseluruhan akan ditanam sekitar tanaman baru sebagai perindang. Sedangkan pepohonan yang sudah tua akan digantikan dengan pohon baru. GL Zoo juga tengah mengupayakan peralatan khusus untuk merawat pepohonan rindang di kompleks kebun binatang tersebut. (bam)

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan