PBTY Tak Sekadar Budaya Tionghoa

IMG_20170203_153152
Anggoro Rulianto/Jurnal Jogja
JOGJA – Untuk kali kedua belas, PBTY (Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta) kembali digelar, di kampung Pecinan, Ketandan Jogjakarta, 5-11 Februari 2017. Panitia telah menyiapkan sejumlah mata acara yang akan ditampilkan sepanjang tujuh hari pelaksanaan kegiatan yang tahun ini mengambil tema ‘Pelangi Budaya Nusantara’ itu.
“Tema itu sengaja diambil karena PBTY memang tak sekadar menampilkan budaya Tionghoa, tapi seluruh budaya Nusantara dari berbagai daerah di Indonesia,” ungkap Ketua Umum PBTY, Tri Kirana Haryadi, kepada wartawan, di Balaikota Jogjakarta, Rabu (1/2).
Acara yang pada awalnya hanya merupakan kegiatan festival kuliner akulturasi masakan Tionghoa dengan Indonesia itu memang selalu menampilkan aneka budaya daerah, yang kebetulan ada di Jogjakarta. Hanya saja waktunya memang mengambil momentum perayaan Tahun Baru Tionghoa. “PBTY sekaligus meneguhkan Jogjakarta sebagai city of tolerance,” ujar Ketua II PBTY, Jimmy Sutanto.
Pembukaan PBTY tahun ini, tutur Tri Kirana, akan ditandai dengan karnaval dari Taman Parkir Abu Bakar Ali ke selatan hingga Alun-alun Utara Jogjakarta, Minggu (5/2), mulai pukul 15.00 WIB. Diikuti 24 kelompok peserta, karnaval terutama akan menampilkan enam Dragon terbaik, hasil dari lomba yang dilangsungkan sehari sebelumnya.
“Lomba Dragon untuk tahun ini akan diikuti oleh empat belas Dragon. Delapan Dragon asal Jogjakarta dan enam lainnya asal luar kota. Dari empat belas itu akan dipilih enam terbaik yang akan ditampilkan pada karnaval menandai pembukaan PBTY itu,” jelas Tri Kirana.
Bukan hanya lama penyelenggaraan yang diperpanjang hingga menjadi tujuh hari, dari sebelumnya yang hanya lima hari, area tempat penyelenggaraan PBTY juga diperluas meski tetap berada di kawasan Pecinan, Ketandan Jogjakarta.
“Tahun ini panitia juga bekerjasama dengan asosiasi food truck dan pecinta pecinta batik ‘Sekar Jagad’ yang akan menggelar sarasehan tentang Batik Peranakan serta demo membatik yang bisa diikuti oleh seluruh pengunjung,” timpal Bekti dari seksi Acara.
Beberapa acara lain, seperti tahun-tahun sebelumnya, PBTY akan menampilkan bazaar makanan, lomba dance, pemilihan Koko dan Cici, lomba bahasa Mandarin, karaoke lagu-lagu Mandarin, dan lain-lain. “Tak ketinggalan di Rumah Budaya Tionghoa, kami akan menampilkan konsep ruang tempat tinggal jaman dulu,” tandas Bekti. (rul)

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan