PDIP Rintis Sekolah Kebudayaan di Jogjakarta

JOGJA (jurnaljogja)- PDI Perjuangan siap merintis sekolah kebudayaan di Jogjakarta. Ini dimaksudkan untuk semakin memahami bagaimana Indonesia yang berkepribadian dalam kebudayaan.

“Kami sedang menggalang tokoh-tokoh kebudayaan nasional. Sekarang sedang proses rekruitmen. Nanti tiap provinsi mengirim dua orang,” kata Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto di sela membuka Pembekalan Pendidikan Kader Madya 2016 di Sport Hall Kridosono, Jogjakarta, Sabtu (5/5). Pendidikan kader mengusung tema ‘Mewujudkan Trisakti Melalui Pembangunan Nasional Semesta Berencana untuk Indonesia Raya’ diikuti 350 kader PDIP se-DIJ. Dalam acara tersebut juga dilakukan pelantikan pengurus komite dan badan partai.

Menurut dia, rintisan sekolah kebudayaan ini sebagai proyek ideologis bagaimana berpolitik bukan persoalan kekuasaan semata. Namun kekuasaan yang membangun peradaban kekuasaan. Yang mengembangkan nilai-nilai kebudayaan dan bangga dengan kebudayaan bangsa. Dan, ini kemudian nantinya diharapkan menjadi perekat dari keseluruhan kader PDIP untuk mengekspresikan seluruh gambaran ideal tentang politik itu. Diharapkan pula, ini juga menjadi bagian diplomasi kebudayaan sebagai parpol.

“Parpol juga menjalankan fungsi-fungsi dalam dialog-dialog internasional. Dan kemudian sebagai pengusung partai pemerintah, kami ingin mendorong sebuah tradisi berpartai yang sarat dengan pendidikan politik untuk pemimpin, mengelola pemeriantahan negara, untuk memperkuat wajah kerakyatan dan kebudayaan partai,” ujarnya.

Dalam mendirikan sekolah kebudayaan di Kota Budaya ini, PDIP akan kerja sama dengan Padepokan Bagong Kussudiardja. “Nanti diberikan pembekalan aspek-aspek ideologis, aspek bagaimana kebudayaan nasional sebagai identitas berbangsa. Bagaimana kita berkomitmen mengembangkan kebudayaan tersebut. Dengan mengedepankan keaneka-ragaman kebudayaan kita.Bagaimana mengekspresikan kebudayaan melalui seni suara dan tari. Itu prioritas tahap awal,” jelasnya.

PDIP, lanjut Hasto, juga membentuk bdan kebudayaan untuk mengembangkan wajah politik kebudayaan partai. Dari berbagai angkatan yang dididik tersebut, nantinya diharapkan menjadi trainer untuk mengembangkan kebudayaan di daerah masing-masing. Menurutnya, dalam rencana pendirian sekolah kebudayaan tersebut, telah dilakukan pembebasan lahan. “Sekarang sedang mengurus IMB,” jelasnya.

Sebelumnya, di hadapan para kader madya PDIP DIJ, Hasto menegaskan, di tengah kehidupan yang semakin pragmatis, keberadaan parpol sangat diharapkan masyarakat, untuk memberikan solusi atas permasalahan yang sedang dihadapi. Karena itu, setiap kader PDIP harus sanggup menunjukka jati dirinya dan mampu bekerjasama dengan rakyat. “Tiap kader harus punya semangat juang mewujudkan Trisakti Bung Karno dan mampu memberi advokasi langsung atas masalah rakyat,” harapnya.

Secara khusus, dirinya berpesan kepada kader yang aktif di struktur partai, agar tidak hanya bertugas di wilayah sendiri, melainkan harus mampu mengabdi ke daerah lain dalam tugas-tugas pengorganisasian. “Belum lengkap menjadi seorang kader, jika belum melakukan pengorganisasisan di Nusantara, guna menjalankan prinsip-prinsip kebangsaan yang dikembangkan partai,” ujarnya. (bam)

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan