Pelatihan Gratis Bikin Bakpia

Bakpia: Siswa-siswi SMAN 1 Bantul mengikuti pelatihan membuat kue bakpia di Pusat Oleh-Oleh Bakpia Soemodigdo, Jogjakarta.

Bakpia: Siswa-siswi SMAN 1 Bantul mengikuti pelatihan membuat kue bakpia di Pusat Oleh-Oleh Bakpia Soemodigdo, Jogjakarta.

JOGJA – Pusat Oleh-Oleh Bakpia Soemodigdo Yogyakarta membuka kesempatan bagi masyarakat umum untuk belajar membuat camilan bakpia. Menjadi salah satu oleh-oleh khas kota Jogjakarta, pelatihan itu diharapkan menjadikan seluruh lapisan masyarakat mencintai dan mengerti tentang kue camilan berbahan baku kacang hijau tersebut.

Tak hanya wisata belanja dengan konsep open kitchen, Pusat Oleh-Oleh Bakpia Soemodigdo juga bisa dijadikan sebagai tempat wisata edukasi. “Kami terbuka untuk masyarakat umum yang ingin belajar bikin bakpia secara gratis. Inilah yang membedakan dengan pusat oleh-oleh lainnya,” ujar manajer pusat oleh-oleh tersebut, Ariyanto SE, di sela mendampingi siswa SMAN 1 Bantul mengikuti pelatihan membuat bakpia di gerai pusat oleh-oleh setempat, Jalan Ireda 5-7 (Utara Purawisata) Jogjakarta, kemarin.

Pelatihan yang diikuti 40 siswa-siswi dan puluhan guru SMAN 1 Bantul itu merupakan sarana memperkenalkan dunia kerja dan wirausaha kepada para siswa. “Diharapkan tidak hanya menguasai akademik tapi juga memiliki bekal keterampilan, sekolah membekali siswa dengan wawasan dunia kerja dan wirausaha,” ujar Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Bantul, Dwi Subekti MPd.

Selama lima tahun ini, tutur Ariyanto, sudah ribuan orang peserta mengikuti pelatihan gratis pembuatan bakpia. Mereka berasal dari berbagai kelompok masyarakat, mulai Taman Kanak Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), SMP, SMA, SMK, perguruan tinggi, calon pengusaha, dan anggota koperasi. “Bahkan dari kelompok difabel, kami didik, latih bikin bakpia sampai bisa dan setelah itu silakan mengembangkan sendiri.”

Pelatihan mulai dari materi teori, hingga praktik langsung membikin bakpia. “Sebagai lembaga bisnis, kami memiliki tanggungjawab terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat. Jika bakpia terus dikenal dan dicintai masyarakat bahkan bisa tumbuh berkembang menjadi usaha, sebagai satu satu oleh-oleh khas Jogja dan tetap menjadi ikon, sampai kapanpun bakpia tetap saja dibutuhkan dan disukai orang,” tandas Ariyanto. (yul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan